Di Tengah Kepemimpinan dan Kemesraan Rasul

Kebetulan pengantar tidur siang saya pada Selasa, 15 Februari 2011 kemarin cukup bermutu. Yaitu diisi dengan mendengarkan pengajian dari Ustadz Zainuddin MZ.

Tema pengajian itu adalah mengenai bagaimana kita meneladani Rasulullah. Tema yang pas dalam rangka memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Saya sudah sedikit terlambat dalam mengikuti acara tersebut. Namun syukurlah karena masih sempat mengikuti bagaimana peserta pengajian mengajukan berbagai pertanyaan kepada Ustadz.

Di antara pertanyaan tersebut adalah menyangkut kepemimpinan dan dalam hubungan suami istri. Sebagai seorang pemimpin, Rasul didukung oleh beberapa unsur, yaitu: Orang tua yang bijak dalam diri Abu Bakar As Shiddiq. Selanjutnya jenderal dan sosok yang berkuasa pada Umar bin Khattab. Selain itu, ada pula pengusaha yang dermawan pada diri Usman bin Affan. Dan terakhir, Rasul didukung pula oleh sosok pemuda yang bertanggung jawab pada diri Ali Bin Abu Thalib.

Dengan dukungan kepemimpinan tersebut, tak heran kepemimpinan Rasul sangat stabil dan jauh dari gonjang-ganjing politik. Rasul menkoordinasikan dengan baik semua potensi yang dimiliki oleh sahabat-sahabatnya.

Selain sebagai pemimpin bagi umatnya, Rasul juga seorang suami yang baik. Lepas dari poligami beliau yang barangkali menimbulkan polemik, ada hal lain yang barangkali bisa kita catat dan teladani.

Ustadz Zainuddin berkata, “Suami istri itu ibarat pakaian, antara satu dengan yang lain saling menutupi kekurangan, sehingga dicapailah kesempurnaan.” Lebih dari itu, suami dan istri harus saling membanggakan dan bukan justu berlomba untuk saling menjatuhkan. Bentuk kebanggaan Rasul tersebut misalnya ditunjukkan dengan panggilan kesayangan untuk istrinya. Misalnya Rasul memiliki panggilah khusus untuk Aisyah, yaitu “Ya Khumaira,” yang berarti: ia yang pipinya kemerahan.

Ustadz Zainuddin rupanya juga senang melakukan repetisi. Dulu saat saya masih di sekolah dasar dan biasa mendengarkan ceramahnya menggunakan radio, contoh yang diungkapkan masih saja sama sampai dengan kemarin saat saya menonton televisi. Begini kisah tersebut:

Pada suatu hari, Rasul pulang ke rumah terlampau malam. Aisyah istrinya sudah terlampau capek dan ia telah tertidur. Rasul sudah berulang kali mencoba untuk mengetuk pintu, namun Aisyah tak kunjung datang untuk membukakan pintu itu. Akhirnya Rasul menggelar sajadah yang ia pakai saat itu dan tertidur meringkuk di depan pintu.

Manakala waktu tiba pada sepertiga malam yang terakhir, Aisyah terbangun dan kaget mendapati suaminya tertidur di depan pintu. Kontan saja ia merasa sangat bersalah dan kemudian ia meminta maaf. Anehnya, Rasul pun tak mau kalah. Beliau justru merasa bahwa hal itu terjadi karena kesalahannya yang pulang terlampau malam. Ujung-ujungnya keduanya saling meminta maaf.

Kepemimpinan Rasul patut untuk menjadi teladan oleh pemimpin-pemimpin siapa pun ia, di level mana pun dan apa pun jenis kepemimpinannya. Kemampuannya melakukan koordinasi, memanfaatkan potensi pada sahabat-sahabatnya untuk kepentingan umat sungguh dirindukan pada hari-hari ini.

Pun tak lupa, kerendah-hatian sahabat-sahabatnya. Sudah barang tentu tak mudah bagi orang tua menuruti perintah dari orang yang lebih muda. Seorang yang berkuasa harus tunduk pada petunjuk. Seorang pengusaha yang rela menuruti keinginan dan perintah dari orang yang lebih miskin. Terakhir, sesosok pemuda yang memiliki gairah membara, namun dengan suka rela mematuhi perintah untuk meredam gejolak itu.

Lebih jauh, kehendak untuk mengaku salah dan meminta maaf dari pribadi Rasul kiranya akan sangat berguna dalam kehidupan berumah tangga. Bagaimana dengan sebuah negara? :D

2 thoughts on “Di Tengah Kepemimpinan dan Kemesraan Rasul

  1. Zainuddin yang di kaset dan di tipi emang enak didengerin. Tapi saya kecewa setelah mendengarkan versi panggungnya.

    Sekitar dua tahun lalui pernah ndengerin beliau ceramah di suatu masjid. Ga nyangka ternyata sektarian sekali dan provokatif. Pengaruh politik sepertinya. Sayang sekali.

    [Jawab?]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>