Tato
Hiasan tubuh berupa tato pun rupanya bisa digunakan untuk menandai apa yang telah lewat. Dari sebuah buku—saya tak ingat betul judulnya—tertulis bahwa satu di antara alasan orang untuk merajah tubuh ialah meniru sifat alamiah binatang. Hal ini dilakukan guna menandai perjalanan hidup yang dialami tubuhnya, hingga digunakan sebagai penanda visual.
Di masa lalu, bahkan mungkin juga seakarang. Tato digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi kriminal. Pada akhirnya, tato bukanlah masalah gambar, namun apa arti gambar tersebut.
“Kita adalah apa adanya kita. Tidak ada yang sebaik atau sejahat anggapan orang lain. Dan keadaan kita yang mengubah bangunan perasaan kita sesungguhnya, hanya seberapa bebas kita kemudian untuk mengikuti perasaan-perasaan itu.”
Menato tubuh ialah satu di antara ekspresi kebebasan itu. Mengambil keputusan, memberikan penanda pada bagian tubuh yang akan terus tercetak di sana sepanjang hayat, tentulah bukan perkara mudah.
Benar bahwa ia bukan soal gambar, namun kesadaran penuh, penguasaan seseorang atas tubuhnya. Seseorang akan merasa memiliki tubuhnya sendiri di antaranya, ya itu tadi, dengan menato salah satu bagian tubuhnya.
Tindik
Kejadian serupa, namun dengan media yang berbeda ialah saat awal saya kuliah. Waktu itu saya dengan beberapa orang teman satu SMA menyewa kamar kos secara bersama-sama. Tentu saja dalam beberapa kamar, namun dalam satu kompleks kosan.
Memanglah bukan tato yang mereka lakukan saat itu. Telinga, hidung dan bibirlah yang menjadi sasaran tindikan. Cara amatir pun ditempuh: dengan es batu, jarum seadanya hidung ditindik, telinga dilubangi.
Teman-teman saya tersebut lantas meringis. Hidungnya bengkak, bibirnya susah digerakkan sampai-sampai tak bisa makan. Anehnya, justru mereka bangga. Ditandai dengan mematut-patut diri di cermin, memutar cincin hidungnya dan mempermainkan apa yang ada di bibirnya dengan lidah.
Dengan itu, sebuah penanda di tubuh telah ditorehkan.
Di tubuh Anda sudahkah terdapat torehan macam tato pun tindik?



dari apa yg pernah saya baca, tato awalnya digunakan sebagai pelengkap ritual keagamaan. Namun lambat laun justru yang mempopulerkannya adalah mereka yg tersangkut tindak kriminal.
[Jawab?]
Yang paling sip tentu tato peta! pakai garis kontur segala, berikut nama sungai dlsb.
[Jawab?]
berarti memang banyak pengertian dari tato itu, ya?
sip…sip… menambah khasanah untuk saya
[Jawab?]
huahahaha, itu mah bukan tato, Paman
reko-reko menato bumi
[Jawab?]
wah ide bagus itu Kang, dirajah diseluruh tubuh agar dikira peta berjalan
[Jawab?]
miriplah dengan prison break kalau gitu, mah haihai
[Jawab?]