Senja datang lagi. Di pucuk-pucuk gedung aku bisa melihat semburat mentari memanggang langit. Memoleskan nuansa merah saga ditingkahi kuning hampir orange yang terpantul di dinding gedung. Aku kurang suka bicarakan senja dan gedung. Kau tahu, kan, apa alasannya?
Buatku jelas lebih nyaman bila menyusuri sepanjang jalan, seperti hendak mengejar matahari yang hampir tenggelam itu. Lalu, berhenti di sebuah sudut yang sepi memandangi burung yang beriring terbang, pulang ke kandang. Dan kamu, kupeluk erat. Terkadang kupukul kalau lupa dan terlampau laju mengendarai motormu.
Terkadang kamu pun sering jahil, manakala aku lupa memeluk, maka kamu mainkan gas agar aku yang hampir terpelanting dengan sigap gerakkan tanganku kembali hinggap di pinggangmu. Hahaha.
Senja datang lagi, mendekatkan kita pada pertemuan tak saban hari. Membuatku kian santer bertanya, “Kapan kamu pulang?”
Kendati tak mengubah jumlah jam dan hari yang tersisa sebelum pertemuan kita, namun aku tak lelah menanyakan itu. Mengingatkanmu, “Segeralah pulang, sayang.”



ini maksudnya Uncle Goop yg suka dibonceng sm istrinya begitu ya? Hmm…
[Jawab?]
ahooy.. jadi ikut2an ridu nih paman *tersipusipu*
[Jawab?]
hwaaaa Paman menyampaikan isi hatiku ini
(
[Jawab?]
paman gembulz… ups salah
paman goop….
bagaimanakah keadaan jakarta? sudahkah ada yang menunggui ruang hatimu saat ini? kurang romantis kalo hanya mengangan saja dan belum merasakan indahnya senja di ufuk barat paman….
piss
[Jawab?]
[Jawab?]