melintas batas
Lelap
Mereka belum semua terbangun
Sebagian masih tertidur lelap
Di selasar itu, di lorong itu
Hanya beralas matras atau kardus yang dihamparkan
Ada yang berpelukan, tak canggung
Anak-anak saling bersanding
Mirip ikan asin yang sedang dijemur
Ibu menyusui bayinya yang dekil
Sebagian mulutnya menganga
Ada pula yang perutnya terbuka
Tak jarang pahanya tersibak
Tapi semua lupa
–
Stasiun Juanda
Di pinggang pagi
| Print article | This entry was posted by unclegoop on 28/03/2010 at 22:25, and is filed under jendela dunia. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |


about 2 months ago
nice poting..kreatif..