batas ruang

bingkai kata tak terbatas

Dedaunan

Sunday, 7 February 2010 pukul 1:43 WIB 6 komentar
Ditulis oleh unclegoop dalam jendela dunia

Daun I

Daun Belimbing jatuh

Dahannya berderak patah

Tersisa batang yang kikuk berdiri sendiri

Daun II

Beringin rimbun pernah berdiri

Kemudian datang puting beliung

Akarnya tercerabut batangnya terpelanting

Daun III

Seorang gadis sentuh pucuk ilalang

Kakinya santai injak rerumputan

Tersenggol putri malu yang buru-buru tersipu

Daun IV

Daun Palem bergetar tertiup angin

Bergoyang kuat menggerakkan batang

Tetes hujan sukar membelai dedaunan itu

Daun V

Padi merunduk butirnya penuh

Daunnya menjuntai menyentuh tanah

Batangnya lelah hampir menyerah

Daun VI

Mawar bertengger di ujung dahan

Seorang lelaki menatapnya sendu

Teringat jemarinya yang tertusuk duri

6 komentar »

  1. Pada Sunday, 7 February 2010 pukul 1:43 WIB,
    Ina berkata...

    ditunggu daun-daun selanjutnya… :D

    terima kasih, semoga tidak buru-buru gugur saja :)

  2. Pada Sunday, 7 February 2010 pukul 1:43 WIB,
    AeArc berkata...

    bisa rikues daun yg lain ga? :)

    boleh, mau, meminta daun apa? :)

  3. Pada Sunday, 7 February 2010 pukul 1:43 WIB,
    senimanpeta berkata...

    Daun…?

    iyaaa hehehe

  4. Pada Sunday, 7 February 2010 pukul 1:43 WIB,
    venus berkata...

    daun bayam! aku mau daun bayam!!! *dikampleng* :D

    eh suka puisi2nya. ini puisi kan ya?

    iya, sim, ini puisi :)
    kenapa daun bayam? simbok jelmaan popeye?

  5. Pada Sunday, 7 February 2010 pukul 1:43 WIB,
    AngelNdutz berkata...

    daun mudanya mana? saya suka daun muda hihihihi

    hwahaha, iya deh, si zieb memang lebih muda, kan? :)

  6. Pada Sunday, 7 February 2010 pukul 1:43 WIB,
    sawali tuhusetya berkata...

    seinget saya, mas goop jarang2 bikin puisi nih, saya perhatikan pilihan kata alias diksinya bener2 tertata dengan pertimbangan rima yang mantab. terus berkarya, mas goop. salam kreatif.

    hayah, bapak ini, lho! :)
    maturnuwun sanget, pak :)

RSS komentar untuk tulisan ini URI Lacak balik

Tinggalkan Komentar