melintas batas
Panggilan
Mbak Stella pernah menuliskan keberatannya saat dipanggil ‘ibu’ oleh orang lain. Tak jauh beda, entah kenapa saya pun merasa kurang pas saat dipanggil ‘pak’.
Di beberapa kesempatan, panggilan itu kerap terdengar. Misalnya ketika saya masuk ke sebuah kantor untuk suatu urusan resmi. Lain waktu, saya pulang dari kantor dan langsung berjalan-jalan ke tempat yang tidak resmi untuk urusan tak resmi pula. Namun, walaupun bukan urusan resmi, tetap saja panggilan ‘pak’ kembali terdengar. Dugaan saya, itu karena busana kantor saya yang seperti bapak-bapak.
Baru seperti bapak, bukan sebenarnya bapak. Panggilan ‘pak’ pun dirasa kurang tepat. Bila ditambah fakta mengenai belum menikah dan beranak-pinak yang kemudian akan berperan menjadi bapak, makin tidak tepatlah panggilan itu.
Pernah pada sebuah kesempatan saya baru saja masuk di kantor yang baru. Di sana saya melihat sosok yang sepertinya tidak terpaut terlampau jauh usianya. Dengan penuh percaya diri, beliau saya panggil ‘bang’. Apa yang terjadi kemudian? Masih ingat betul saya, bagaimana cara ia menatap seperti berkata, “Siapa sih, loe?”
Nah, susah-susah gampang, bukan? Saya merasa tidak nyaman dengan panggilan ‘pak’. Betulkan berarti usaha saya untuk berakrab-akrab dengan teman yang saya duga seumuran? Dan saya duga pula memiliki pola pemikiran yang sama. Tapi bagaimana hasilnya? Nampaknya ia malah tak berkenan.
‘Mas’ adalah panggilan yang netral untuk saya. Logat jawa saya yang sukar dihilangkan langsung menunjukkan ‘mas’ adalah panggilan yang paling tepat. Bukan bli, uda, akang atau aa’. Emm… perkara ada adik-adik putri yang memanggil saya aa’ masa iya saya larang?
Seorang sahabat yang lain, pernah pula mengeluh. Ia bilang sejak kapan namanya jadi Giordano? Memang saat beliau berjalan-jalan, sembari melangkah dalam hiruk-pikuk suasana di pertokoan tiba-tiba saja ada pramuniaga yang bilang, “Kakak, Giordano boleh.” Nah, dalam pendengaran beliau, namanya yang bagus telah diubah semena-mena menjadi Giordano.
Tanpa terasa, panggilan ‘kakak’ ini justru paling pas setidaknya menurut saya. Pula ‘kakak’ lebih enak didengar, apalagi jika yang mengucapkan itu pramuniaga cantik yang lebih muda dari saya. Panggilan ‘kakak’ baru terasa aneh bila yang mengucapkan lebih tua daripada saya. Bukan masalah, sih, cuma masalahnya aneh aja. Halah!
| Print article | This entry was posted by unclegoop on 29/12/2009 at 22:51, and is filed under jendela dunia. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |


about 7 months ago
Saya juga sering dipanggil “bapak”, padahal yang manggil jelas jauh lebih tua dari saya, secara saya kan masih remaja
*menghibur diri sendiri*
about 7 months ago
halo pak menejer.
about 7 months ago
jadi gimana pak?
Tapi tergantung mood kalo saya, seneng dipanggil ibu karena merasa dihargai sbg wanita dewasa, tp kalo lagi sok muda, ya sebel juga sih
about 7 months ago
lah, aku di kos jg kadang dipanggil pak. apakah aku setua itu? hiks
about 7 months ago
kan lebih bagus, ketimbang dipanggil ibu.
about 7 months ago
wah, ternyata sapaan pun bisa membuat suasana interaksi sosial bisa nyaman dan tidak nyaman, ya, pak, eh, mas goop, hehe … selamat tahun baru 2010, selamat menyongsong perubahan dan pembaharuan. ada rencana apa di tahun 2010? yang satu itu, jangan lupa, keke …
about 6 months ago
Halah,mw mengkudeta panggilanku y papa epin eh papa kakak??
about 6 months ago
apalah artinya panggilan…. walaupun mulai banyak yang memanggil ibu, cuekin sajalah….
about 6 months ago
Paman,
Saya paling ga suka dipanggil tante … … Hiks.
about 6 months ago
weh….lama gak ngunjungin uncle… gimana pak Unc? (hehe…:P)
about 6 months ago
saya juga nggak suka dipanggil dengan sebutan “ibu”, seringnya sih kalau pergi ke bank. sebutan “ibu” atau “bapak” itu sudah menjadi panggilan umum, bagi semua nasabah ya sepertinya
tapi kalau dipanggil “kakak”, memang rasanya lebih adem… tapi suka ngrasa aneh sendiri, tiap dipanggil sama temen-temen yang lebih muda, “kak mini.. kak mini”
berasa tua, tapi kok juga berasa imut yah… hahaha… maaf paman, saya memang suka GR untuk alasan-alasan tertentu. LOL =)