Fiksi Mini, begitu Agus Noor menyebutnya. Sekadar upaya belajar lain. Awalnya sebagai status di facebook, karena saya kurang bisa bercerita mengenai apa yang sedang saya lakukan. Maka, bercerita tetap dilakukan, kendati terbatas kata-kata.

Syumonggo:

Lelaki I

Pria itu menatap kepalanya yang terpancang di sebuah tiang. Sementara mentari, membuat bayangan kepala itu jatuh di tubuhnya yang terkapar di jalan….

Lelaki II

Ia menggeliat dari tidurnya dan melihat ada sosok lain di sampingnya yang diam. Ia kenal betul bentuk alis itu, ikal rambut itu, tahi lalat di dekat hidung itu. Rupanya, itu memang wajahnya yang berlatar belakang darah, keluar dari kepalanya yang terbelah….

Lelaki III

Kau lihat tubuhmu menggantung kaku dengan lidah terjulur. Kemudian kau bingung, tali yang tergantung itukah, atau kursi yang terpelanting yang menyebabkan lepasnya nyawamu.

Lelaki IV

Lelaki itu merasakan getaran pada tangga yang dipijaknya. Memang, tangga itu tadi berderak saat tubuhnya yang telah kaku jatuh di sana.

Lelaki V

Ia gamang memutuskan dari mana suara berderak yang baru saja didengar itu. Suara tangga yang tertimpa tubuhnyakah? Atau tulang lehernya yang patah?

Lelaki VI

Sehelai daun jatuh di dadanya. Sebentar diam di sana, sempat pula menutup sebuah luka tembak yang menghitam.