
Bunuh diri untuk sesuatu yang bermanfaat sepertinya kian lazim akhir-akhir ini. Memang toleransi besar diberikan di negara yang sedang perang, semacam di Afganistan atau Palestina. Tapi di sini, di Indonesia, masih banyak yang mempertanyakan alasan di baliknya. Benarkah surga bisa digapai begitu mudah dengan meledakkan diri di kerumunan orang? Di lain pihak, lepas dari gegap gempita menghebohkan yang ditimbulkan oleh tindakan itu, seseorang juga melakukan bunuh diri dengan alasan yang sama sekali berbeda.
Satu malam, dua sejoli berada di dalam mobil. Cewek yang duduk di samping pengemudi sibuk memerhatikan sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya. Dia mengagumi keindahan cincin itu. Dia tak pernah lupa momen lamaran yang baru saja dilakukan dan diakhiri dengan penyematan cincin di jarinya.
Cowok yang mengemudi pun tersenyum gembira. Sebuah misi telah sukses dijalankan dengan hasil gilang-gemilang. Lamarannya diterima dan masa depan yang cerah menantinya.
Sampai sebuah pesan mampir di Blackberry-nya. Entah pesan dari siapa, namun telah cukup membuatnya sibuk. Perhatiannya sebentar teralih dari jalanan ke denyar dari Blackberry-nya. Dia tersenyum sekilas, hanya sekejap, saat kemudian sebuah pancaran lampu mobil dari arah berlawanan yang muncul dari tikungan merebut perhatiannya.
Semua terjadi begitu cepat. Mobil itu datang tiba-tiba. Atau dia yang teledor keluar dari jalur yang semestinya? Entahlah. Hal berikut yang terjadi adalah: minibus itu menghantam bagian samping mobilnya karena pada saat yang genting dia masih sempat membanting setir. Minibus itu terbalik, sementara mobilnya melintir di atas jalan yang bersalju untuk kemudian terguling.
Hal yang tak diduga kemudian terjadi. Cowok itu tetap hidup, bahkan masih bisa berlari. Hanya untuk sadar dan melihat akibat yang ditimbulkan kecelakaan itu. penumpang minibus bergelimpangan di jalan, sebagian yang masih bernyawa merintih-rintih. Di sini dan sana banyak pula yang sudah tak bergerak-gerak. Termasuk di sudut sana agak jauh, masih dia kenali gaun kekasihnya. Cepat dia hampiri dan hanya tubuh yang sudah mendingin yang dia temukan. Kemudian lolongan panjang membelah malam.
Kelanjutan hidup baginya kemudian adalah sebuah kutukan. Tujuh nyawa yang melayang karena kecelakaan itu seperti menghantuinya. Sesuatu harus dilakukan untuk menebusnya. Dengan apa dia akan menebusnya?
***
Lelaki itu mengalami masalah dan harus menerima donor sumsum tulang. Sosok yang lain, seorang wanita paruh baya sebuah ginjalnya tak lagi mau bekerja.
Di belahan kota yang lain, seorang buta mahir sekali bermain piano. Dia bukan seorang pemarah, dia pun mengharapkan seorang kekasih yang baik.
Di sebuah permukiman sederhana, seorang wanita dengan dua orang anaknya senantiasa menerima perlakuan tidak baik dari pacarnya. Entah bagaimana caranya dia harus pergi, pindah dari rumah itu.
Tak lupa, tentang sosok seorang wanita muda berbakat hebat yang mengalami masalah dengan jantungnya. Karya-karyanya musnah seiring semakin lemah jantungnya bekerja, bahkan untuk menemani anjingnya jalan-jalan pun dia tak lagi kuasa.
***
Kini dia tinggal di sebuah motel setelah rumahnya dikasihkan begitu saja kepada perempuan beranak dua yang tidak beruntung. Dia harus tertatih-tatih berjalan pasca pengambilan sumsum tulang tanpa pembiusan yang pastinya sangat menyakitkan. Barangkali ada pula yang terpengaruh walaupun tak nampak akibat sebuah ginjalnya telah diambil.
“Ya, ini 911, ada yang bisa kami bantu?”
“Bisakah kalian mengirimkan ambulan ke Jalan Mawar Nomor 30? Ada orang yang mau bunuh diri.”
“Baik, siapakah orang itu? apa hubungan Anda dengannya?”
“Orang itu adalah aku.”
Tak berapa lama, lantas dia berjalan ke kamar mandi. Dihampirinya bathtub yang sudah penuh dengan es batu. Perlahan-lahan, dia masuk dan langsung diserang dingin yang membekukan dari es-es yang sudah dituangkannya.
Ubur-ubur dengan sengatan mematikan dituangkan pula ke dalam bathtub. Sebentar dia berenang kian kemari. Tak lama, untuk kemudian menyengat tangannya. Dia mengejang, berteriak-teriak, menarik apa pun yang berada dalam jangkauannya, termasuk sebuah gorden yang menutupi bathtub. Gorden itu pun jatuh, luruh menutupi tubuhnya. Persis ketika nyawanya pergi meninggalkan badannya yang membeku untuk mengawetkan organ-organ penting di tubuhnya. Suara ambulan terdengar meraung-raung dari kejauhan dan semakin jelas, semakin dekat.
***
Pada sebuah pesta, seorang gadis baru saja bergabung. Pandangannya menyapu semua tamu yang hadir, seperti mencari seseorang. Dia hampir putus asa saat pandangannya tertuju ke panggung. Di sana, di belakang piano seseorang sedang memainkannya. Begitu lembut nada yang mengalun, menelusup ke relung-relung jiwa sampai tak terasa habis sudah sebuah lagu dimainkan. Lelaki itu, perlahan beranjak dari tempatnya duduk, diiringin tepukan menggemuruh dari hadirin.
Gadis itu pun beranjak menghampiri. Dia sibakkan kerumunan tamu yang hadir. Dihampirinya lelaki yang tadi memainkan piano.
Mereka berhadapan, tak ada kata yang terucap. Keharuan menyeruak di antara keduanya. Manakala pandangan gadis itu membentur kedua bola mata lelaki itu, dia merasa begitu akrab, seperti sudah kenal lama. Mereka pun berpelukan, bahagia nampak di permukaan, walaupun kepedihan menusuk jantung. Dan debar jantung gadis itu, dirasakan begitu dekat oleh si lelaki. Adalah nada yang mengalun penuh kerinduan dan penyerahan.



penyesalan selalu di belakang
[Jawab?]
intinya?
[Jawab?]
nyesel dah baca spoiler dari film ini, makanya pas nonton merasa bosan sekali ketika teman disebelah saya sudah tersedu menangis lirih.
*ralat pamaaaaannn!!! :Termasuk di sudut sana agak jauh, masih dia kenali gaun kekasihnya. Cepat dia hampiri dan hanya tubuh yang sudah mendingin yang dia temukan. Kemudian lolongan panjang membelah malam.
masa dah dingin aja tubuhnya, kan baru sebentar??*
[Jawab?]
aiiih baru nonton goop? hihi,. film ini manstap kali, dulu pernah saya posting :p
[Jawab?]
sepertinya sih banyak pelaku bom bunuh diri di Indonesia yang melakukan itu karena pengaruh doktrin. pertahanan diri yang rapuh penyebabnya.
btw, tulisan paman goop semakin “lincah” aja. posting ini melepas kangen saya yang udah lama gak berkunjung ke sini.
eh, ini film ya?
[Jawab?]
ini pilem emang top banget, gw paling suka ama pilem yang satu ini dan di urutan yang kedua adalah The Carious Case of Benjamin Botton. Pilem Seven Pounds ketika nontonnya pasti bengong dan bengong…. selanjutnya terserah anda
[Jawab?]
aku dah nonton pak -e .. hahahaha…. emang ceritanya bagus tapi masih gag bisa dimengerti, bunuh diri untuk donor… di cina banyak tuh… eheheh….
[Jawab?]
welha dalah begitu to critane!
[Jawab?]
Blm ntn..tp kye uda pernah ntn pilm korea dgn inti yg sama gt..lupa judule..
[Jawab?]
Duh, kisah2 ini bikin laper… Tapi bunuh diri pake ubur2 itu baru pernah saya ketahui.
[Jawab?]
BTW, apa iya terakhir kali saya komen di blog paman goop itu dua tahun lalu?
[Jawab?]