batas ruang

bingkai kata tak terbatas

Aku Pulang

Monday, 29 June 2009 pukul 0:00 WIB 5 komentar
Ditulis oleh unclegoop dalam pintu jiwa

“Aku kan pulang ke rumah segera, karena aku pun sangat mencintaimu.”

Hari berganti lagi, siang datang malam menjelang. Sendiri, itu kata yang pas. Tak hanya kata, namun sebenarnya terjadi. Hanyalah raga yang berjalan, karena telah kutinggalkan hati dan rasaku saat aku meninggalkanmu pagi itu.

Suatu malam di jalan ketika kukemudikan perlahan mobilku. Tak ada yang terpikir olehku selain kemacetan yang membuatku penat. Kuhitung jarak, masih setengah jalan ke rumah. Kulirik jam digital yang berpendar kehijauan di dashboard, 09.10 waktu yang ditunjukkannya.

Kurasakan getaran lembut di saku hem biru mudaku. Sebuah panggilan menyapa handphoneku. Tak tergesa kuambil hape dan melihat siapa yang menelepon. Di layar kecilnya kulihat ‘home’. Sambil bertanya-tanya, tak segera kutekan tombol di bawah tanda ‘answer’. Ada apa batinku, sehingga dia perlu menelepon? Padahal kupikir pastilah dia telah tertidur.

“Sayang, ini sudah malam. Apakah semua baik-baik saja?”

Tak ada jawaban yang terdengar, hanya diam yang melingkupi mobil. Memang saat itu tidak radio tak juga tape kunyalakan. Dengung lembut AC sedikit bisa kudengar, sampai sebuah suara, suaranya terdengar.

“Aku sayang kamu, entah kenapa aku sayang. Kapan kamu pulang?”

“Aku pun sayang kamu, aku tiba di rumah sebentar lagi.”

Kemudian diam lagi dan kembali kesendirian menyergapku. Namun, dia telah membebaskanku. Kupejamkan mata dan aku bermimpi tentangnya. Dia jauh, tanganku tak bisa memeluk dan mendekapnya. Kendati aku tahu benar seluruh tubuhnya, dirinya, memenuhi rongga-rongga di hatiku. Seulas senyumku saat kembali kuingat bisiknya dalam gelisah.

“Aku sayang kamu, entah kenapa aku sayang, kapan kamu pulang?”

Ah, macet ini memperlambatku. Tak sabar kuingin segera mendekapnya. Walaupun macet ini tak kuasa hentikan kagumku. Padanya gadis kecil empat tahun, anakku. Dia yang tahu benar apa yang perlu dikatakan untuk membuatku kembali hidup, bersemangat dan tak sendiri.

“Aku pun sayang kamu, aku tiba di rumah sebentar lagi.”

Dan, semoga belum terlambat untuk membacakanmu cerita, nyanyikan lagu pengantar tidur.

“Five For Fighting-I Just Love You”

5 komentar »

  1. Pada Monday, 29 June 2009 pukul 0:00 WIB,
    escoret berkata...

    jo lali,pake pengaman….!!!

    hahahha

    taboki ohm pepi, mesti ora moco!

  2. Pada Monday, 29 June 2009 pukul 0:00 WIB,
    KangBoed berkata...

    Woooooowwwww.. CINTA mendatangkan getar kerinduan.. merajut mimpi yang indah.. menoreh asa..
    Salam Sayang

    salammm…. :mrgreen:

  3. Pada Monday, 29 June 2009 pukul 0:00 WIB,
    KangBoed berkata...

    Oooo.. belum pulaaaaan yaaaa.. masih kelayapan aja..
    Salam Sayang

    sudahhh…. :D dan salam, kang….

  4. Pada Monday, 29 June 2009 pukul 0:00 WIB,
    Raffaell berkata...

    Wow, tremendous romantic!

    hayah, aniway, thank you, ma bro….

  5. Pada Monday, 29 June 2009 pukul 0:00 WIB,
    yu parmi berkata...

    aq ingin pulang ke jogja…..waaaaaaaa

    nah, emang sedang di mana? ya tinggal pulang aja, kan?

RSS komentar untuk tulisan ini URI Lacak balik

Tinggalkan Komentar