batas ruang

bingkai kata tak terbatas

Hati Mesin

Tuesday, 23 June 2009 pukul 10:13 WIB 6 komentar
Ditulis oleh unclegoop dalam jendela dunia

San Fransisco, 2018

Kota dikuasai mesin, dijaga ketat di semua sudut benteng. Mesin-mesin dengan ukuran yang besar dilengkapi senapan dan sensor yang tak pernah berhenti bergerak, berputar-putar di sumbunya mengawasi wilayah operasinya masing-masing.

T-600 nama mesin lain yang berjalan, bisa berkeliling dan sangat kejam mengawasi tawanan. Adapun tawanan itu adalah manusia yang nasibnya sudah seperti kambing saja, diangkut, digiring dan dimasukkan ke dalam kandang-kandang yang bernama sel. Saya kira tak ada padanan yang lebih pas selain seperti tempat penjagalan manusia. Mereka ditangkapi, dibawa dengan kendaraan khusus, diturunkan di tempat yang telah ditentukan, dikumpulkan untuk kemudian dipisah-pisahkan lagi masing-masing masuk ke dalam sel.

Kemudian apa muara dari itu semua? Kematian bagi umat manusia.

Ras manusia melawan ras mesin. Bersatupadu memberontak. Bagaimanapun seseorang yang tertindas akan menggeliat, melawan sebagai akibat kehendak bebas. Pada titimangsa ini, manusia tak lagi memedulikan perbedaaan di antara mereka. Tak lagi warna kulit, tak lagi agama, tak juga politik. Begitu indah ternyata bila persatuan dan persaudaraan bisa terjalin demikian kuat, menjadi timbul pertanyaan, apakah seluruh umat manusia baru bisa bersatu bila menghadapi musuh bersama?

Kendati demikian, masih ada juga yang berbeda. Motif kepentingan yang menjadi alasannya. Kepentingan untuk berkuasa, untuk berjasa dan dianggap sebagai pahlawan. Maka kemudian, muncullah pertentangan di antara manusia yang nampaknya menjadi hal yang lazim dan lumrah.

Pertentangan itu memuncak saat sebuah perintah penyerangan ke pusat kota mesin datang dari komandan yang berada di kapal selam. Padahal di kota itu, kota penjagalan manusia itu, ada ribuan manusia lain yang mesti diselamatkan.

Syukurlah karena masih ada manusia lain yang memiliki hati. Tidak gelap mata asal serang yang justru akan membinasakan manusia lainnya. Barangkali di sinilah perbedaan antara manusia dan mesin. Seperti juga ditegaskan di bagian akhir cerita. Adanya hati, perasaan yang dimiliki manusia. Sesuatu yang tak pernah bisa dimiliki oleh mesin bagaimanapun hebatnya. Program, sistem, chip, apapun yang bisa mewakili hati dan perasaan tak pernah bisa diciptakan untuk kemudian ditanamkan ke mesin-mesin itu.

Namun, kekhawatiran lambat laun mengemuka juga. Bagaimana bila manusia sudah tidak menajamkan rasanya? Pekerjaan, rutinitas, rasa-rasanya perlahan namun pasti telah mengubah sedikit demi sedikit menusia menjadi semacam robot. Kekuatan modal telah cukup untuk mengubah menusia menjadi sekadar alat-alat produksi tak ubahnya mesin, tak ubahnya robot. Saat jeda kian sulit ditemukan kapan saatnya. Ketika menghela nafas pun barangkali ada undang-undangnya. Manakala mengeluh saja harus menaati peraturan—padahal untuk mengeluhkan peraturan, misalnya. Maka bersiaplah, tak lama lagi nampaknya sebuah kota akan dikuasai oleh mesin.

Oiya, jangan lupa, sobat, sebelum itu terjadi nanti, maka bersiap-siaplah dengan sebuah nama berbau mesin untuk Anda sendiri. Sudah ketemu nama itu?

6 komentar »

  1. Pada Tuesday, 23 June 2009 pukul 10:13 WIB,
    Nazieb berkata...

    “The real danger is not that computers will begin to think like men, but that men will begin to think like computers” – Sydney G. Harris

    Quote yang cocok sepertinya.. :D

    iya zieb, nampaknya memang cocok. btw, sidney g harris itu sapa?

  2. Pada Tuesday, 23 June 2009 pukul 10:13 WIB,
    regso berkata...

    regso davidson type outlaw.. heheh

    kayaknya manstabs, bro :D

  3. Pada Tuesday, 23 June 2009 pukul 10:13 WIB,
    sawali tuhusetya berkata...

    belum, saya belum nenemukan nama mesin, mas goop, masih nyaman menggunakan nama manusia, hehe … makin repot yak, kalau teknologi tak diimbangi dg sentuhan nilai2 humaniora.

    kurang lebih begitu, pak, ada tambahan informasi yang lain, pak? :D

  4. Pada Tuesday, 23 June 2009 pukul 10:13 WIB,
    KangBoed berkata...

    hehehe.. HATI MESIN.. kemanakah jaman begene.. nyang namanya HATI NURANI.. apakah masih mampu bersuara dan menjadi RAJA atas DIRI
    Salam Sayang

    waduh, kok salam sayang? :oops:

  5. Pada Tuesday, 23 June 2009 pukul 10:13 WIB,
    hedi berkata...

    kalo mau jadi mahluk bermesin, mestinya tiru Jerman dan Jepang yang ga kehilangan sisi manusiawinya walau seantero negeri penuh dengan mesin canggih ;)

    wuah iya ya, mas, kok di sana bisa begitu, apa rahasianya, itu?

  6. Pada Tuesday, 23 June 2009 pukul 10:13 WIB,
    -GoenRock- berkata...

    Nama Mesin saya? The Annihilator! :evil:

    sepertinya menyeramkan :(

RSS komentar untuk tulisan ini URI Lacak balik

Tinggalkan Komentar