Cemburuku Bila Kau Mandi
Sedari mula kamu masuk aku sudah dibikin cemburu. Kamu dan kamar mandi hanya berduaan saja. Arrggghhh….
Tembok, pintu, gantungan baju, wadah sabun, pasta gigi, sikat gigi, botol shampo, handuk yang disampirkan membuatku jengkel semua. Apa hak mereka menjadi saksi kamu yang melolosi satu demi satu pakaianmu? Tiada janji terucap antara mereka denganmu yang membuat mereka berhak melihatmu polos tanpa sehelai benang pun.
Pasta dan sikat gigi mula-mula yang membuatku nanar. Bagaimana tidak bila mereka berdua berpadu-padan semacam berdansa di rongga mulutmu. Memang sasaran utama mereka adalah gigimu yang rapi terawat. Namun, dalam tarian mereka, bukankah akan menyentuhi bibirmu yang ranum? Seiring gerak mereka, tidakkah akan menyenggoli lidahmu yang liat, lentur dan terasa manis? Lantas apa yang tersisa untuk bibir dan lidahku?
Sekuat tenaga kutahan keinginanku agar tidak membanting-banting sabun. Atas nama penghematan saja, maka tidak kulakukan hal itu. Padahal di lubuk hati terdalam ingin betul aku membantingnya di lantai kamar mandi yang keras agar ia percah berkeping-keping. Sebenarnya, niatku terjahat adalah merendamnya di bak mandi agar ia mencair, melebur bersama air dan hilang, musnah. Semua berawal dari kebiasaan sabun itu menelusuri setiap centi permukaan kulitmu. Kamu bercerita, biasanya akan mulai menggosok-gosokkannya di antara dua telapak tanganmu. Betapa hangatnya? Kemudian sabun itu akan menelusuri tangan, pundak, leher dan…dan…dan…Arrrggghhh….Bahkan, sepertinya tiada sudut, tiada lipatan, tiada bagian tersembunyi yang akan luput dari perhatian si sabun sialan itu.
Di luar kamar mandi bila kau tahu, telah kusiapkan minyak tanah dan korek api. Semua itu hadiah kepada handuk keparat. Ingin aku membakarnya. Perannya tak jauh berbeda dengan sabun, yakni menyentuhi setiap mili bagian-bagian tubuhmu. Mulai dari menelusup di antara batang-batang rambutmu yang basah sehabis keramas, mengelus lembut wajahmu, bermain-main di telingamu, dan lain-lain, dan kawan-kawan, dan sebagainya. Sial!
Anehnya, mereka semua berperan pada kerinduanku, pada takjubku, pada kagumku saat kusentuh kulitmu yang sedikit basah, tatkala kuciumi harum aroma tubuhmu selepas mandi, manakala ada tetesan air yang jatuh dari ujung-ujung rambutmu. Pendek kata, aku takkan lupa momen yang kamu sajikan sehabis mandi.

edy berkata...
kenapa ga didobrak aja pintunya?
Aku berkata...
Hihihi..
Semua mua dicemburuin..
Kmrn ma bntal guling n slimut..skrg kmr mandi..
Aya aya wae c paman..
Akmal Online berkata...
Hahaha..
Postingan yang lucu..
ada ada aja cemburunya..
brillie berkata...
I like it… bener2 gaya bahasa yg menghipnotis
setanmipaselatan berkata...
jangan khawatir, mereka nggak bisa orgasme, kok
sedangkan sampeyan, walopun tidak menyentuhnya, kan masih bisa tetep orgasme, tho?
Puguh D Raharjo berkata...
ah..tenane lho prak…kakean berkhayal !!, lha wong benda mati kok yo di cemburuni, *tendang ke RSJ*
Indah Sitepu berkata...
heuehehhee….
uncle ini paling piawai bermain kata
neng fey berkata...
ya olooohhh
apa lupa ini??
dita.gigi berkata...
kalo gitu mesti cari kamar mandi yang pintunya tak berdaun… jadi bisa dilihat dengan leluasa…
sekalian kan, kalo kelihatan repot buka baju, bisa tolong bukain, kalo lagi sabunan, susah menjangkau bagian punggung, bisa nolong sabunin… XD
icang berkata...
entah darimana saya lupa, tiba2 nyasar blog ini ,kok matanya ketarik ke kata2 mandi
*halah*
sumprit bkin cengar cengir sendiri pas bagian dendam ma sabun (lol) deskripsinya keren mas ..syaluut *cung jempol*
niwe salam kenal mas edi, sepertinya bakalan menghabiskan banyak waktu disini saya *pencet bukmark sambil cengar cengir*