Reflection Of The Moon
Tenang-tenanglah air. Diamlah ikan-ikan. Berhentilah bergerak angin. Wahai angsa tidakkah kau capai bercumbu mesra?
Lihatlah sebentar lagi bulan yang cantik akan bercermin di sini, di danau ini.
Nah, sudahkah kau lihat? Bagaimana kuning emasnya, bulat sempurnanya wajah rembulan.
Maka, sentuhlah dia wahai ikan, namun jangan kau gerakkan air atau kau akan melukai wajahnya.
Belailah dia duhai angin, namun jangan terlampau keras. Cukup kau sapu saja sedikit permukaannya. Jadilah bedak tipis yang tidak menghalangi namun mempercantiknya. Membuatnya menjadi sedikit lebih misterius, bisakah?
Aku sarankan padamu angsa, belajarlah mencinta dari rembulan. Tak pernah dia menyimpan cinta matahari sedikitpun. Diberikan semuanya kepada kita di danau ini, di bumi ini. Walau karena itu juga terkadang tubuhnya ditelan raksasa buruk rupa yang iri karena tak bisa mencinta.
Namun kau lihat sendiri, bukan? Tak pernah ada menyerah dalam kamus hidupnya dia mulai lagi mencintai dari sedikit seperti sabit petani yang menyiangi rumput. Beranjak separuh seperti terbelahnya hati, separuh untuk kekasih dan separuh untuknya. Kendati pada akhirnya dia tak lagi perduli, diserahkannya semua utuh semacam purnama.
Sayang semua itu tak lama. Karena memang cinta begitu indah untuk hidup yang terlampau singkat ini. Maka, kenapa tidak segera kau rayakan.
Hei! Kenapa begitu sunyi? Ah, rupanya jangkrik pun menahan nafas melihat kecantikan rembulan di danau. Biarlah, karena perayaan tak selamanya gegap-gempita. Mungkin sedang dikenangkan pula sebentuk cinta lama. Biarlah dan nikmatilah semua, kunyahlah, kerkahlah, lumatlah dalam perayaan cinta. Selagi bisa, mumpung masih bisa.
Album : Kitaro-Impressions Of The West Lake
Sridewanto Edi/220509