7 Responses

  1. edy
    edy 03/03/2009 at 16:59 |

    sepertinya tak akan bebas selama masih terikat fisik
    mbuh ah… saya juga ga ngerti, paman

    sama kalau begitu, saya pun tidak mengerti

    [Jawab?]

  2. godamn
    godamn 03/03/2009 at 23:43 |

    jika ada yang dapat menerangkannya apakah anda akan menerima?
    anda bagaimanapun sudah tahu bahwa kehidupan tidaklah untuk selamanya….
    apakah anda ingin melawannya?
    bagaimanapun air akan menyusut dan kolam akan mengering…

    akupun merasakan hal yang sama…
    badanku masih kuat sekarang… tapi tak lama akan melemah juga…
    akupun akan merasakan kesakitan yang sama dengan orang lain, menjelang ajalku tiba…
    dan nanti seluruh unsur penyusun tubuhku akan kembali ke tempatnya semula….

    dan aku berharap
    aku akan kembali ke ketiadaan, seperti dulu…
    tak tahu dan tak merasakan apapun juga…
    tertidur, terlelap dan terlupa…
    tanpa satu mimpi burukpun menghantuiku…
    akibat dosa kepada orang lain yang mengganjal di hatiku…

    bagiku jiwa-jiwa yang tenang adalah jiwa-jiwa yang percaya bahwa ketenangan itu ada…
    bagaimana mungkin aku mencari ketenangan… jika aku tak pernah merasakannya…
    bagaimana mungkin aku tahu aku gelisah jika tidak tahu sebaliknya…
    keyakinan itu menjadi temali untukku berpegang pada saat kegelisahan melanda…

    aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya kepada anda…
    apalagi kepada ponakan anda….
    yang aku tahu ketenangan itu ada.. sebagaimana kebalikannya..
    kita tak akan pernah bisa membicarakannya, tanpa menyinggung keduanya
    aku dan anda pernah merasakannya..
    rasanya…. seperti tertidur dan terlelap di pangkuan bunda…
    salamku untuk ponakan anda… semoga kebahagiaan selalu menyertainya…
    katakanlah… “ketenangan jiwa” seperti “tidurmu yang lelap tadi malam”
    atau seperti “pada saat engkau bersenda gurau dengan temanmu”
    pada saat itu engkau tak memperdulikan siapa dirimu atau bertanya siapa kamu…

    saya speechless, sungguh. Terima kasih banyak, mas

    [Jawab?]

  3. itikkecil
    itikkecil 04/03/2009 at 09:46 |

    iya paman? bagaimana menjadi jiwa-jiwa yang tenang?

    hayah, saya duluan kok yang tanya. :P

    [Jawab?]

  4. Ina
    Ina 04/03/2009 at 11:28 |

    paman bisa keluarin saya dari penjara nga?

    *minta ditebus*

    *Paman, apa kabar?

    siapa yang memenjarakanmu? bagaimana menebusnya tuh? hihihi… ah ya, kabar baik. makasih

    [Jawab?]

  5. geblek
    geblek 07/03/2009 at 22:08 |

    kata sdr godamn jiwa yg tenang adalah spt lelapnya tidur, duh tidurpun saya ndak bisa lelap :) otak selalu dihantui masa depan yg belum jelas.

    serem amat…tapi terkadang pun saya mengalami itu hehe

    [Jawab?]

  6. moerz
    moerz 10/03/2009 at 16:21 |

    ngajak paman yoga…

    ayoo… biar tenang, hehe

    [Jawab?]

  7. gempur
    gempur 11/03/2009 at 10:01 |

    Ayo paman tidur dulu. Mudah2an mimpi indah.

    mudah-mudahan, yak!hehehe
    zzz…zzz…zzz…

    [Jawab?]

Leave a Reply