Perkenalkan, saya Goop. Sehari-hari, saya menikmati embun dan udara pagi. Terik siang dan lembut mentari senja. Bila malam saya melamun, tak jarang bermimpi. Dini hari pun sesekali terbangun. Terkadang khawatir, takut membuat mata terbelalak tak hendak pejam. Sekali waktu akibat tidur siang terlalu lama.

Saya menjadi penikmat waktu yang berjalan. Terkadang saya ingin menghelanya agar berjalan cepat, lebih cepat dari semestinya. Namun, tak jarang saya ingin memperlambatnya, lebih lambat dari sewajarnya. Terutama saat saya sedang bersama: kau tahu siapa, bukan?

Saya menjadi sensitif sekali waktu, begitu temperamental. Di lain saat saya tak peduli apa pun, bahkan ketika jemuran yang hampir kering kembali basah karena terkena hujan akibat saya tidak mengangkatnya ke dalam rumah. Ibu mengomel….

Meski begitu, saya pun suka menghabiskan waktu bersama Ibu sekarang. Pagi-pagi masih berselimut dan Ibu memotong sayuran di depan televisi, tertawa bersama. Malam menjelang dan saya mengumpat; Ibu menghardik ketika si jahat berbuat curang dalam sebuah sinetron.

Bukan hari yang aneh saya kira, warna-warna lain yang harus saya lihat barangkali begitu. Setelah kemarin saya disibukkan oleh pekerjaan dan entah kapan lagi pekerjaan itu akan kembali datang menghampiri –semoga-. Ini semua cuma karena saya sedang menganggur, itu saja.