McDonalds Atrium Senen 10.50 WIB. Udara dikondisikan dengan menggunakan mesin pengatur. Lengas di luar pun tak kuasa menerobos dinding kaca. Minum es krim rasa coklat bercampur susu, pada kemasannya tertulis McFlurry.
Dua gelas plastik McFlurry di atas meja mulai mengembun. Butiran air menempel di luar gelas terasa dingin. Dan es krim, tidak lagi memadat. Perlahan mencair, terasa lebih lembut, meleleh di lidah.
Bila diam adalah batu, maka kata-kata mencairkan kebekuan itu.Â
Ara duduk di depanku masih juga berkata-kata. Tak pernah ada beku bersamanya. Yah, karena katanya mendinginkan dan memanaskan hati berganti-ganti. Satu ketika dia bisa membuat hati begitu panas, mendidih dalam geram yang diam. Tak berapa lama, jangan heran bila hati yang sama berhasil didinginkan dengan pelan, kemudian tenggelam di dalamnya.
“Ah, McD itu terlihat mewah, ya?â€
“Hihi….â€
“Tapi, orang kita bodoh! Padahal di Amrik sana, kan, ini makanan sampah.â€
Nah, kan. Dia memang suka berkomentar sesuka hatinya. Terkadang tiada sadar bila itu melukai pendengarnya. Maka, jangan terlalu risau mendengar bulir-bulir katanya. Selayaknya bulir padi yang kosong tak berisi, maka biarkan luruh jatuh ke bumi. Mampir sebentar di telinga, jangan dimasukkan ke hati. Namun, sekali waktu perlu juga kau dengarkan, sobat. Karena terkadang di antara katanya yang membusai, ada pula tetesan jernih penawar dahaga.
Seringkali, dia bahkan lupa apa saja yang telah diucapkannya. Susunan katanya tak teratur, cerminan kegelisahan hatinya, entah mengapa. Berloncatan seperti dirinya yang jarang fokus dan seperti memendam beban, benarkah? Akhirnya, menjadi tak terpermanai. Seperti ribuan dengung yang membaur di sini siang ini. Adalah pula: ribuan aroma yang mampir di hidung menggugah selera.
Usaha untuk sekadar menguraikannya, barangkali tak bisa. Tak pernah bisa. Utuh, demikianlah semestinya ini semua dinikmati. Ya semua suara itu, aroma itu dan tentu saja Ara yang itu juga.
“Nanti, sebelum pergi dari sini, kita pipis dulu, ya, Bi?â€
“Hayah.â€



Mbok Juminten lg kalo sempat
[Jawab?]
goop menjawab:
siap mas bro
semoga bisa merapat lagi, entah kapan
[Jawab?]
Goen menjawab:
Mentang2 udah jadi menejer, sibuk terus!
*nyungsep*
[Jawab?]
goop menjawab:
*keplaki* goen!
wach..jalan-jalan ama Bi GoOp???
[Jawab?]
goop menjawab:
hihihi, iyaaa
[Jawab?]
kata iwan fals, bicaralah sayang, jangan diam saja…karena aku bukan sedang bicara pada batu
[Jawab?]
goop menjawab:
hahaha, bicaralah nona, jangan membisu
[Jawab?]
koq sy ga diajak mkn di McD??? curaaaaangggg…!!!
[Jawab?]
goop menjawab:
hayah, sendiri domz ah
[Jawab?]
ah…. kalo sedang jatuh cinta semuanya memang terasa indah kan paman
[Jawab?]
goop menjawab:
begitulah, tante eh mbak
mbak ira tentu lebih tahu, kan lebih senior, hihihi
*ngibritttt*
[Jawab?]
yehhh ga ngomong2 kalo di atrium senen
paman tinggal ngesot sampe dehh di kantorku huhhhh
sombong nih paman
mentang2 bareng bibi yahhh
apa sudah diterima nih di depan taman senopati??
hehehehhe
^_^
[Jawab?]
goop menjawab:
belum kok, mbak
ya ntar dikasih tau deh, klo lagi jalan-jalan di sana
[Jawab?]
satu kata favorit gw muncul di sini
“H A Y A H” :> sering2 dipake yak, uncle.. :p
[Jawab?]
goop menjawab:
hayah, hihihi
bisa aja euy!
[Jawab?]
berarti saya suka makan sampah dunks…:p
[Jawab?]
goop menjawab:
lah…
hihihi, saya juga
[Jawab?]
malas makan mcD, rame
[Jawab?]
goop menjawab:
iya, memang suka rame
tapi coba jam-jam tertentu, dini hari mungkin hehehe
[Jawab?]
Di Banjarmasin ga ada McD… Dunkin juga baru buka… *merasa terbelakang*
[Jawab?]
goop menjawab:
di Magelang juga ngga ada McD, tapi KFC ada.
oya, yang terkenal dan enak malah getuk, kalau Banjarmasin apa? ikan patin kah? itu enak juga, Bang
[Jawab?]
Wewww,da postin..
Hi3..
[Jawab?]
goop menjawab:
iya, hihihi
[Jawab?]
abis makan dan minum sampah langsung pipis ya Bi?
[Jawab?]
goop menjawab:
hehe, ekstrem banget kalau diulangnya gitu ya
[Jawab?]
kata-katanya itu lho paman……..
[Jawab?]
goop menjawab:
kenapa, mas? hehehe
terima kasih
[Jawab?]