batas ruang

bingkai kata tak terbatas

Bulan, Terang Samar

Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB 20 komentar
Ditulis oleh unclegoop dalam kamar hati

Kemarin bulan tersenyum
Ada dua planet yang menjadi mata
Entah kenapa, bulan sabit pun membentuk senyum
Aku pun tertawa

Malam ini awan menutupnya
Meski
Sekilas aku masih bisa melihatnya
Walau
Kadang samar kadang tersembunyi

Kemarin aku tersenyum
Ada dua hati yang bertaut
Entah kenapa, panas mentari, terik siang mengabur
Aku pun gembira, bahagia

Malam ini mendung menerpa
Meski
Aku masih bisa merasakannya
Walau
Tersembunyi pun samar masih ada rasa

Perjalanan rasa adalah misteri
Sekali tempo begitu senang
Tak lama kemudian sepi
Murung sendiri gamang

Siluet wajahmu di pangkuanku
Adalah manis dalam gelap terang berganti-ganti
Gemuruh diammu di sampingku
Adalah kesedihan tenggelam tak mau pergi

Bagaimana semestinya aku beranjak
Menggandeng tanganmu erat
Berdiam ramai lalu mengajak
Atau sendiri melangkah bawa penat?

Simpan tanya
Tanda tanya
Titik ditemu
Entah tak tentu

Salatiga, 2 Desember 2008

20 komentar »

  1. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    alle berkata...

    tapi semalem posisi bulan dan planet udah pindah,.. jadi jelek

  2. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    dosengila berkata...

    Kadang sulit membedakan antara bulan yang tersenyum atau bulan yang menyeringai.

  3. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    itikkecil berkata...

    saya juga liat… sayangnya gak kepikiran buat foto…

  4. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    ngodod berkata...

    wah, semenjak pindah semarang, paman ndak pernah jumintenan lagi…
    kangen je…

  5. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    goop berkata...

    tetap sahaja cantik, sembunyi-sembunyi di balik awan, maloe-maloe :D

  6. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    goop berkata...

    ah, itu mah tergantung suasana hati kita sahaja, mas :D

  7. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    aji cakep berkata...

    wach,,,saiki sang paman dadi astronot tho???hehe

  8. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    edy berkata...

    udah normal, udah bisa komen…

    *jogedjoged*

  9. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    regsa berkata...

    ndak pernah liat langit diwaktu malam, laa wong berhari-hari ini ujan terus :)
    Tapi siluet wajahnya selalu dipangkuanku..halah

  10. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    goop berkata...

    ah, sayang sekali :D

  11. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    goop berkata...

    soalnya rumah saya magelang, jadi kalau pulkam ngga lewat jogja, mas :D
    eh, jangan kangen sama saya domz ah! :evil:

  12. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    goop berkata...

    haiyah :lol:

  13. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    goop berkata...

    syukurlah :D
    terima kasih, ohm

  14. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    goop berkata...

    hahaha
    kasian deh loe :twisted:

  15. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    namada berkata...

    disini sebenarnya juga cerah, tapi sayang fenomena alam yang indah itu tak dapat saia saksikan :(

  16. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    Indah Sitepu berkata...

    bulan cantik???

    sejak kapan paman??? :P

  17. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    AngelNdutz berkata...

    Ndutz memang sangat manis…semanis bulan malam ituh paman ;;)

  18. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    goop berkata...

    waduh, ke mana aja, mbak? hihihi

  19. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    goop berkata...

    sejak dahulu kala, bukan? :D

  20. Pada Wednesday, 3 December 2008 pukul 12:02 WIB,
    goop berkata...

    pasti yang bilang nazieb, ya kan? hahaha

RSS komentar untuk tulisan ini URI Lacak balik

Tinggalkan Komentar