Kemarin bulan tersenyum
Ada dua planet yang menjadi mata
Entah kenapa, bulan sabit pun membentuk senyum
Aku pun tertawa

Malam ini awan menutupnya
Meski
Sekilas aku masih bisa melihatnya
Walau
Kadang samar kadang tersembunyi

Kemarin aku tersenyum
Ada dua hati yang bertaut
Entah kenapa, panas mentari, terik siang mengabur
Aku pun gembira, bahagia

Malam ini mendung menerpa
Meski
Aku masih bisa merasakannya
Walau
Tersembunyi pun samar masih ada rasa

Perjalanan rasa adalah misteri
Sekali tempo begitu senang
Tak lama kemudian sepi
Murung sendiri gamang

Siluet wajahmu di pangkuanku
Adalah manis dalam gelap terang berganti-ganti
Gemuruh diammu di sampingku
Adalah kesedihan tenggelam tak mau pergi

Bagaimana semestinya aku beranjak
Menggandeng tanganmu erat
Berdiam ramai lalu mengajak
Atau sendiri melangkah bawa penat?

Simpan tanya
Tanda tanya
Titik ditemu
Entah tak tentu

Salatiga, 2 Desember 2008