Ombak, Pantai dan Angin
Jam dua malam di keretaapi Senja Utama Semarang. Hampir semua penumpang terkulai di kursinya masing-masing. Saya teringat kemarin, ketika dengkur seperti berparade, bergantian satu penumpang dengan yang lain. Tetapi malam ini berbeda, tak lagi terdengar dengkur, tak juga derit roda-roda kereta beradu dengan besi rel. Keretaapi memang sedang berhenti, begitu sering kereta ini berhenti. Tak [...]
Bilakah Jiwa, Merdeka
Penghujung warsa dalam muram durja Pelengkap penderita perjalanan jiwa Pada tanah tak bertuan menengadah Berlutut di tengah mengangsurkan lelah Di ujung tahun tersenyum gembira Bertukar dendang rancak rebana Sauh ditarik kekang kuda dihela Lengan disingsingkan
Senyum Janda Mardi
Pada batas sebuah negeri, di dusun yang sepi. Janda Mardi hidup bersama dengan dua putrinya. Bukanlah hal yang mudah menjadi ayah sekaligus ibu. Marni, si sulung pintar bersolek. Betah sekali bila sudah berada di depan cermin. Lain lagi adiknya, Marti. Yang satu ini, begitu pintar bergaul, banyak teman dimiliki. Akhirnya, tinggallah Janda Mardi bersendiri, malam-malam [...]



jejak tertinggal