Jam dua malam di keretaapi Senja Utama Semarang. Hampir semua penumpang terkulai di kursinya masing-masing. Saya teringat kemarin, ketika dengkur seperti berparade, bergantian satu penumpang dengan yang lain. Tetapi malam ini berbeda, tak lagi terdengar dengkur, tak juga derit roda-roda kereta beradu dengan besi rel.
Keretaapi memang sedang berhenti, begitu sering kereta ini berhenti. Tak hanya di stasiun berhentinya. Rasa-rasanya seperti sedang mengulur jarak; memperlambat waktu kedatangan di stasiun tujuan. Saling menunggu untuk lewat di rel yang sama, akibatnya sebuah kereta harus menunggu dan baca selengkapnya…
Penghujung warsa dalam muram durja
Pelengkap penderita perjalanan jiwa
Pada tanah tak bertuan menengadah
Berlutut di tengah mengangsurkan lelah
Di ujung tahun tersenyum gembira
Bertukar dendang rancak rebana
Sauh ditarik kekang kuda dihela
Lengan disingsingkan dan baca selengkapnya…
Pada batas sebuah negeri, di dusun yang sepi. Janda Mardi hidup bersama dengan dua putrinya. Bukanlah hal yang mudah menjadi ayah sekaligus ibu.
Marni, si sulung pintar bersolek. Betah sekali bila sudah berada di depan cermin. Lain lagi adiknya, Marti. Yang satu ini, begitu pintar bergaul, banyak teman dimiliki. Akhirnya, tinggallah Janda Mardi bersendiri, malam-malam sepi. Terkadang, menangis tanpa suara di biliknya.
Benaknya melayang pada Marni yang siang tadi meminta uang untuk bedak dan gincu. Pikirannya berlarian mengingat si Marti yang begini larut masih juga belum pulang. dan baca selengkapnya…
McDonalds Atrium Senen 10.50 WIB. Udara dikondisikan dengan menggunakan mesin pengatur. Lengas di luar pun tak kuasa menerobos dinding kaca. Minum es krim rasa coklat bercampur susu, pada kemasannya tertulis McFlurry.
Dua gelas plastik McFlurry di atas meja mulai mengembun. Butiran air menempel di luar gelas terasa dingin. Dan es krim, tidak lagi memadat. Perlahan mencair, terasa lebih lembut, meleleh di lidah.
Bila diam adalah batu, maka kata-kata mencairkan kebekuan itu. dan baca selengkapnya…
Kemarin bulan tersenyum
Ada dua planet yang menjadi mata
Entah kenapa, bulan sabit pun membentuk senyum
Aku pun tertawa
Malam ini awan menutupnya
Meski
Sekilas aku masih bisa melihatnya
Walau dan baca selengkapnya…
Beberapa teman bercerita, bahwa gubug ini dibaca sebagai virus.
Beberapa yang lain berkata, tidak masalah membuka laman-laman di sini.
Ada yang bilang sebuah script VB telah menyusupi di sebuah sudutnya entah di mana.
Ada yang tahu mengapa begitu?
Terima kasih.