batas ruang

bingkai kata tak terbatas

Bersama Binatang

Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB 42 komentar
Ditulis oleh unclegoop dalam pintu jiwa

Banyak sekali hewan yang hidup bersama saya. Agaknya, saya harus merevisi tentang ke-sendiri-an saya.

Semut berukuran kecil dan lembut biasa berarak, berbaris rapi di lantai dan tembok. Mereka seperti dikomando; menyerbu, bila ada sisa teh hangat di gelas yang lupa diminum.

Gelas akan riuh, hiruk pikuk dengan pergerakan semut-semut di dalamnya. Hasil akhirnya, permukaan gelas yang bersih, licin dan kering karena ulah semut itu.

Beberapa semut ada pula yang tidak beruntung lantaran bila saatnya tiba gelas dicuci, ada yang turut tercuci. Kasihan sekali mereka: terapung-apung, gelagepan dan hanyut. Barangkali kemudian mereka akan mati bercampur bersama sabun dan air limbah.

Semut yang besar dan berwarna merah lain lagi tempatnya mangkal. Di sekitar tempat sampah, pada pegangannya mereka wara-wiri. Menyulitkan sekali bila tiba saatnya sampah harus dibuang. Bentuknya yang besar, merah, membuat seram. Terkadang merambat di tangan; dikibaskan sebal, kemudian mati terinjak.

Bila ternyata masih ada yang menempel di tempat sampah, maka akan terbawa ke tempat penampungan. Entah apa yang terjadi di sana, apakah ikut terbawa truk ke tempat pembuangan akhir, ataukah terbakar bersama sampah lain saat ada penduduk yang rajin membakar sampah?

Satu lagi yang kerap bernasib malang adalah kecoa. Entah di mana tinggalnya binatang coklat kehitaman ini. Tiba-tiba saja sering terbang dan hinggap di tubuh. “Tass!” jentikan kuat jari mengusirnya jauh; terpental, menabrak tembok, menggelepar.

Satu saat akan mondar-mandir tanpa rasa bersalah di lantai. Entah karena tidak menemukan sasaran berupa bola, atau sebab lain. Kaki saya suka usil, menendang, menginjak kecoa yang malang itu. “Kress!” gepenglah kecoa itu.

Aneh memang binatang satu ini. Tempat tinggalnya suka tidak terduga. Di kamar mandi dia akan ngumpet di tempat sabun; di belakang gantungan baju dari kayu. Mungkin karena kaget: kecoa terjatuh, bersamaan dengan saya mengguyurkan air ke tubuh.

Kecoa itu berada pada posisi terbalik. Kakinya yang berpasang-pasang bergerak kebingungan di udara. Berusaha keras dia mengembalikan posisi tubuhnya ke posisi awal dan kemudian bisa berlari.

Saya memang memperhatikan, tapi tak berusaha untuk sekedar menolong. Masih asyik mandi, mengguyurkan air. Akhirnya, kecoa tenggelam bersama dengan air sisa ke saluran pembuangan, hanyut, mati.

Beruntunglah cicak yang berada jauh dari saya. Saya tidak mengerti kisahnya, kecuali yang dulu menempel di tembok menjadi bangkai. Entah apa yang terjadi pada cicak, mungkinkah sebuah akhir yang tragis sama seperti binatang lainnya?

Saya bukanlah pembunuh, ataukah iya? Mungkin semua binatang: semut kecil, semut merah, kecoa, memang telah sampai pada titimangsa hidupnya. Menghadapi kematian. Barangkali saya hanyalah perantara, melalui air sabun melalui guyuran air melalui sampah yang terbakar. Tetapi mengapa, saya bahkan sedikit terharu pun tidak? Tak merasa bersalah? Apakah ini -lagi-lagi- sebuah kewajaran? Tertawa, jumawa di atas kematian di tengah penderitaan bersama dengan seringai malaikat pencabut nyawa.

42 komentar

  1. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    Gempur berkata...

    luar biasa brilliant…

    kereeeeeen abiiissss… memang sudah wajar kayaknya mas! aku ndak isa komen macem2..

  2. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    AngelNdutz berkata...

    Ndutz suka nggak tega kalo matiin kecoa, karena kalo liat kecoa kaki ini serasa gemetar menahan keinginan untuk segera…… :kabur:

    *pertama lyt judulnya kok kayak ndak nyambung sama tulisannyah, opo iki sing diarani coro kareben ngerti sopo sing fastreader? :D

  3. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    Nesia! berkata...

    kecoa konon makhluk paling tua. udah ada sejak zaman dinosaurus, dan ga kena proses evolusi.

    berarti dia sebuah opus magnum, desain yang tak lekang dimakan waktu

  4. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    *hari berkata...

    saya ndak pernah ‘matiin’ semut apalagi kecoak sambil tertawa. sumpah deh paman. :mrgreen:
    Tapi semua itu terjadi karena binatang malang dalam kapasitas sebagai hama.

  5. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    edy berkata...

    prinsip kecoa itu patut ditiru
    mandi-ga-mandi tetep mengkilat :lol:

  6. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    Dhimas berkata...

    Nice post.. very inspiring me.. ;)

  7. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    lah ini kok koment? hehe…
    makasih banyak pak gempur… :mrgreen:

  8. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    segera menginjak ya ndutz? :lol:
    sama aja dunk :D

    yo kiro-kiro ngono iku ndutz :lol:

  9. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    eh… gitu ya Bang? baru tahu saya…
    hebat itu kecoa, apakah kita harus melestarikannya?
    bagaimana kalau tiba-tiba melangka?

  10. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    binatang malang sebagai hama?
    ahhh, tetap saja malang :cry:

  11. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    mau mengkilat juga, ohm? :lol:

  12. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    terima kasih mas, sudah mampir di mari :D

  13. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    darnia berkata...

    kok hewannya serangga semua yak :D

    kalo saya, daripada ketiga serangga yang disebut di atas, kenapa malah lebih sebel sama nyamuk ya? (kalo ini saya rela disebut pembunuh berdarah dingin deh.. jatah buat donor darah diembat sama nyamuk-nyamuk itu :( )

  14. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    duniafannie berkata...

    Wew.. sudah dikubur belum kecoanya, mas?

    ^LOL
    btw, pas bc postñ berasa ada backsound lagu semut2 kecil+cicak2 didinding

    mau nyiptain lagu ttg kecoa gk, mas?
    pa tw lgnya jd populer.

    ^xixixix

  15. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    senimanpeta berkata...

    .. Barangkali saya hanyalah perantara, melalui air sabun melalui guyuran air melalui sampah yang terbakar.

    Nah, uncle hanyalah sedang berperan sebagai malaikat maut bagi animals itu.

  16. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    Jumawa berkata...

    Dasar pembunuh…

    *dikeplak*

  17. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    easy berkata...

    kalau semut sih aku sering menyelamatkan mereka. kok ya ga tega melihatnya menderita. sekalipun mereka suka banget nggerogotin rotiku.
    tapi kalo kecoa.. tiada ampun baginya…

  18. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    sinau berkata...

    mesakke emen kecoane kuwi. sampeyan jahat, paman. hehehehe.

    *kunjungan pertama. harap berkunjung balik*

  19. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    unai berkata...

    Bahkan semut, kecoa dan cicakpun menginspirasikanmu membuat tulisan yang lagi lagi menakjubkan. Keep it up ya uncle :)

  20. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    itikkecil berkata...

    kalaupun semutnya terbunuh, itu kan gak sengaja….
    *ngeles*

  21. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    escoret berkata...

    *ambil baygon*

    semproottt ke seluruh ruangan….biar kecoa2 pada modyar..!!!!

  22. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    hihihi…
    memang kita punya musuh masing-masing, yak? :lol:

  23. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    kok bisa ada backsound segala sih? hihihi
    bisa aja nih :lol:

  24. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    weh… panjenengan pasti koordinator para malaikat ;)
    ha kok tahu? :roll:
    hihihi

  25. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    :evil:
    :twisted:

  26. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    kenapa tidak membalas dengan menggerogoti rotinya semut? hihi

  27. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    nganu…
    itu reflek!! :lol:

  28. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    mohon do’anya mbak :mrgreen:

  29. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    iya ya mbak, setujuuu… :lol:

  30. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    Hedi berkata...

    lho sekarang malaikat pencabut nyawa cuma duduk aja kerjanya, kegiatannya udah diambil alih manusia :(

  31. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    seperti biasa, selalu kejamm :roll:

  32. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    hehe… benar juga kang… jadi inget pertunjukan teater cak nun kemarin ;)

  33. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    Indah Sitepu berkata...

    walah ngomongin binatang..
    i hate cockroach, kalo ketemu aku langsung hilangin nyawanya
    geli aja
    pingin langsung menghabisi nyawanya saja..
    kejam yah saya… :P

  34. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    ngga kok, itu kan musuh kita bersama, mbak :D
    *merencanakan konspirasi terhadap kecoa*

  35. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    kecoakdisko berkata...

    haiyahhhh…saya salah masuk blog kalo begitu..ahahaaa…toLong jangan injak saiyaaaaaaa..ngahahahahaaaaa…

    terimakasi paaaak…anda telah mengumpulkan orang2 yg benci kecoak di sini…jadi saiya bisa kirim listnya ke dukun saya,,,ngahahahaaaa

    saLam kenal

  36. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    meong berkata...

    wah…kamarmu kok jorok gitu sih, paman ?? yg paling ngenes, ya kecoa sampe berkeliaran di balik gantngan baju…macam mana pula ?? :mrgreen:

  37. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    regsa berkata...

    dan apakah para binatang yang mati ditangan kita bisa menerima kematiannya sebagai takdir :)

  38. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    cK berkata...

    saya gak suka kecoa e… :|

  39. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    woiii kawan-kawan ini dia nih ada kecoaaaaa, hihihi
    eh, mau ke dukun? siap-siap tameng dong :D
    yup, salam kenal *jabat erat*
    makasih sudah mampir, mbak/mas

  40. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    itu yang di gantungan baju bukan di kamar, mbak
    tapi di kamar mandi ;)
    kamar saya bersih kok, sungguh :lol:

  41. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    haduhhh….
    mak jlebh, kiro-kiro piye dab? :roll:

  42. Pada Wednesday, 10 September 2008 pukul 12:38 WIB,
    goop berkata...

    *toss* chik :lol:

RSS komentar untuk tulisan ini

Maaf, sementara ini komentar ditutup.