batas ruang

bingkai kata tak terbatas

Pantai Kerang dan Karang

Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB 79 komentar
Ditulis oleh unclegoop dalam kamar hati

“Ke pantai lagi?”

“Iya, yukk.”

Kamu mengerjapkan matamu; manja. Apa sih menariknya, pantai? Dalam hati aku bertanya-tanya. Kali ini, pagi belum lagi terang. Kamu sudah merengek-rengek mirip anak kecil menginginkan mainan. Aku tidak sedungu kerbau, tapi bila kamu sudah memintaku apa yang tidak untukmu?

Kemarin dulu kamu minta diantar ke pantai. Terkadang atau sering kali aku tak memahamimu. Di pantai kamu hanya diam melihat cakrawala menelan mentari yang lelah menyepuh laut dengan warna jelaga. Hebatkah semua itu?

“Bi, kita cari yang banyak nelayan pulang melaut, ya.”

“Oke.”

“Abi kenapa, marahkah?”

“Marah, kenapa harus marah?”

“Oh, ya sudah.”

Kira-kira apa yang paling pas untuk memberimu pelajaran? Sebuah jitakan, tonjokan di lengan atau pelukan. Eh, pelukan? Enak saja, kamu pasti akan kegirangan. Tidak saat ini, mungkin. Sudahlah, kudiamkan saja barangkali.

Brrr… dingin sekali pagi ini. Kamu tidak mengeluh, padahal biasanya bila dingin seperti ini kamu akan begitu cerewet: “Peluk aku, Bi.”

Bergetar seluruh tubuhmu menahan dingin. Berulang kali kamu betulkan jaketmu; melipat lenganmu di depan dada. Sampai di sebuah gundukan pasir kamu berhenti. Kamu duduk begitu saja, memeluk lutut. Sesekali melirik ke arahku; takut-takut dan khawatir.

Apa pula yang kulakukan ini? Berdiri mematung seolah tak hirau akan hadirmu di sana. Melawan angin laut yang dingin dan basah; diam dan berlagak tak butuh. Padahal, seandainya kamu bergumam: “Ke sini, Bi, mendekatlah padaku.” Tentu aku akan salah menerjemahkannya sebagai: “Ke sini, Bi, peluk aku.”

Hahaha, jumawa meraja di dadaku. Kemarahan dungu yang pintar kumainkan membuatmu percaya. Membuta kamu berpikir aku benar-benar marah; terpaksa mengantarmu di dingin pagi ini. Ya ya ya, aku menyerah. Mengendapkan egoku dan duduk di sampingmu.

Tapi, hey! Belum lagi aku duduk. Sebuah tiang layar timbul tenggelam di batas kaki langit. Mula-mula ujung tertinggi tiang yang kelihatan. Perlahan-lahan, badan perahu pun nampak, tak begitu besar, masih terombang-ambing. Bersamaan dengan jilatan ombak yang membuih di pantai, nelayan itu satu per satu turun dan menarik perahu ke bibir pantai.

“Ra, mereka sudah sampai, tidakkah kamu ingin melihatnya?”

“Tidak, duduklah di sini, Bi.”

Kamu menepuk-nepuk pasir di samping tempatmu duduk. Bersungut-sungut aku pun mengikuti perintahmu. Apa lagi ini? Bukankah kamu tadi memintaku ke pantai yang banyak nelayan pulang melaut? Aku menduga karena kamu ingin melihat kesibukan mereka.

“Lihatlah mereka, Bi, bukankah mereka selalu pulang?”

Aku masih diam; dalam hati aku membatin: “Ya, iyalah ini kan rumah mereka.”

“Tak inginkah kamu memiliki sebuah pelabuhan, Bi, pelabuhan di mana kamu akan berlabuh, di mana kamu akan pulang?”

“Buat apa? Aku sudah punya rumah, yah, meski itu rumah Bapak dan Ibu.”

“Hihihi, bukan itu, Bi.”

“Lantas?”

“Sebuah hati, Bi, hati tempatmu akan pulang, melabuhkan semua rasamu itu.”

“Nggg….”

Rasaku, rasaku yang mana? Aku benci bila kamu sudah berteka-teki seperti ini. Aku tidak benar-benar mengerti apa yang kamu bicarakan. Tetapi, tentu saja aku tidak akan mengakuinya, aku justru berlagak mengerti. Tidak membantah tidak menjawab, hanya diam. Terima kasih ya, Ra, karena kamu tidak pernah memaksaku menjawab semua pertanyaanmu. Kamu malah menyandarkan kepalamu di bahuku, membuatku tenang; gamang.

“Kamu pasti belum pernah mendengar hikayat kerang*, ya kan, Bi? Ahh, padahal Sukab sudah menceritakannya dengan indah.”

“Apa hubungannya?”

“Entahlah…”

“Logh?!”

“Nelayan itu, Bi, selalu pulang. Memanfaatkan rasi bintang menunjukkan jalan pulang. Terkadang hujan badai menghadang. Tetapi, sebisa mungkin mereka pulang.”

“Hmmm…”

“Anak istri mereka ada di rumah; harap-harap cemas menunggu mereka datang. Sebuah pertemuan yang menggembirakan. Hulu semua kebahagiaan, menjalin renda-renda kehidupan. Apalah letih, yang ditukar senyuman? Apalah buih, yang diganti kecupan? ”

“Yah, aku sedikit mengerti,Ra.”

“Tak inginkah kamu sebuah tempat pulang, Bi? Menjadi seperti kerang yang berubah karang. Pula kerang yang digoreng menjadi sari-sari kehidupan. Bila kamu pulang, mungkin kamu bisa menjadi karang pelindung bisa menjadi sari-sari kehidupan.”

“Tetapi ke mana, Ra? Bagaimana hatimu? Bolehkah aku pulang ke sana?”

“Hihihi…”

Aku benci lagi bila kamu tertawa menggoda. Tetapi aku senang bila kamu meninggalkan kecupan lembut di pipiku sebelum kemudian berlari.

___

*) Bacalah sekelumit hikayat kerang di sini

asal gambar

79 komentar »

  1. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    AngelNdutz berkata...

    pertamax???

  2. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    AngelNdutz berkata...

    yeah!!i gotcha!!!

    waahhh…jadi pengen cepet2 punya tempat pulang :(

  3. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    AngelNdutz berkata...

    hwetric dulu ah…. :-”

    *gak boleh marah lho, kan pwsa ;) )

  4. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    Ina berkata...

    dah nemu pelabuhan hati blm?

    kl belom ,ndang dicari sono… :D

  5. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    walah…
    sabar-sabar…
    *sms nazieb, ngandakke bojone, ah* :mrgreen:

  6. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    sudah kok…
    auntiegoop, hehehe

  7. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    edy berkata...

    kenalin dong… :roll:

  8. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    neng fey berkata...

    ya ke pantai ya emang gitu doang enaknya, bengong2, liat nelayan, maen air, masih mendingkan dari pada minta ditemenin belanja, hehehe

  9. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    Gempur berkata...

    ah.. Masya Allah.. romantis banget ueeyyyy… sayang saya orang yang dingin sedingin es kata istri saya… ndak bisa romantis.. huh.. jadi pengen marah pada diri sendiri…

  10. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    Gun berkata...

    Sini, peluk aku, Om…

    *muntah*

  11. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    darnia berkata...

    pengen nonton “live show” adegan di atas :”>

    *siap-siap tissue….. buat bungkus kerang*

  12. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    itikkecil berkata...

    Apakah sudah ada aunty goop nya paman?
    cari gih sana…
    *digampar*

  13. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    ulan berkata...

    wooooo good ommm goooddd..
    jadi aunty goop nya mana?? kemaren aku bilang kan sampai anak ku lahir kamu dia harus udah punya tante, nah ternyata di kasih waktu lebih lama, jadi sebelum aku hamil lagi harus udah ada calon nya ya..
    *maksa*

  14. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    iman brotoseno berkata...

    saya selalu suka pantai, laut entah kenapa..
    semoga pencarianmu menemukan pelabuhan hati dipantai sana. Jauh dibalik matahari terbenam

  15. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    Nazieb berkata...

    Tokohnya bernama Ra & Bi, jadi kapan sampeyan rabi? :lol:

    Maaf, pakde, proyek theme-nya masih belum bisa lanjut, saya sedang di persimpangan jalan. halah..

  16. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    Jumawa berkata...

    *ngakak baca komen nazieb*

    makin lama fantasi paman makin membuai saja… :p

  17. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    Ikkyu_san berkata...

    pelabuhan hati
    tempat bersandar perahu kelana
    tapi suatu waktu dia juga harus pergi
    dan mungkin tak kan kembali lagi
    (uuuh pesimis banget yak)

    nice story uncle

  18. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    bentar yak, ohm… :lol:

  19. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    tapi saya pernah kok, nemenin belanja hihi

  20. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    sudah marah belum, pak?
    janganlah suka marah apa lagi puasa nih sekarang hihi

  21. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    *cihh!!*

  22. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    kenapa kerangnya? kok dibungkus? :mrgreen:

  23. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    mau bantuin nyariin, mbak? :lol:

  24. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    ya bisa aja sih, asal mbak ulan bantuin hihi

  25. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    -amien-
    bisa diubah ngga, mas?
    jangan jauh-jauh di balik matahari dunk, gelap. -halah!-

  26. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    santai zieb, untuk theme itu… anggap aja latihan
    *sok tahu* :lol:
    __
    kapan rabinya?
    nganu… :roll:

  27. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    eh, membuai bagaimana?

  28. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    hihi…
    memang senyatanya begitu, kan, bu?
    tak ada yang abadi…
    apa jadikan cerita selanjutnya? :P

  29. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    regsa berkata...

    kejar dia bi….
    kesuwen :lol:

  30. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    abee berkata...

    baca kalimat terakhir…….
    idilah…..sikat.!

  31. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    yhadee berkata...

    sebagai pelajaran,, tibanin tangga aja!! :D hEEEEEEEE

  32. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    minidoor berkata...

    coba deh pantainya cilacap… heheh :D

  33. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    rasyeed berkata...

    SGA Wannabe…
    Hm..gimana kalau uncle goop bikin buku… semacam kumpulan cerpen gituh ..atau malah novel?

  34. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    rizky berkata...

    maaf jika isi pesan berikut mengganggu aktivitas kamu.. aku cuma mau kasih tau aja, ada sebuah situs social bookmarking yang berisi kumpulan berita-berita menarik yang paling update diseluruh indonesia,dan memang situs ini berbasis bahasa indonesia… klo nggak keberatan tolong cek situs ini yah.. semoga bermanfaat..

    >>> http://www.lintasberita.com

    mudah2an bisa membantu naikkan traffic blog ini ,keep up the good post ok.. btw.. ever thought bout adding lintasberita’s widget?? cek disini aja yah

    >>> http://www.lintasberita.com/tools.php

    thanks…. sory klo keliatannya spamming.. but seriously… im just helping you out here…

  35. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    -tikabanget- berkata...

    jadi, kecupanku waktu itu masih kauingat, Bi..? aih.. *tersipu*

  36. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    danindra berkata...

    saya anak pantai…

    selalu kangen pantai…

    ini retorika lagi ya tik??

  37. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    Yoyo berkata...

    Kwak, Kwik sama Kwek diajak ke pantai nggak : Uncle Goop ? … :0

  38. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    masmoemet berkata...

    jd pgn kepante … biar mendapat kecupan … loh ??? hehehe

  39. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    edratna berkata...

    Pantai memang menimbulkan suasana romantis….

  40. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    Ersis Warmansyah Abbas berkata...

    Selalu saja bisa menyajikan postingan menarik dan mengundang renungan. Salute.

  41. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    senimanpeta berkata...

    ceritanya panjang, tapi endingnya…:)..fiuh..

  42. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    mantan kyai berkata...

    good work. jd kapan kita nyebur k panntaii

  43. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    escoret berkata...

    aku malah takut ombak….pie jal..????

  44. [...] oleh unclegoop *pelabuhan hati* dalam Pantai Kerang dan [...]

  45. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    wah… kurang seru dong mas :mrgreen:
    ben mlayu sik, sopo ngerti mbalik, hihihi

  46. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    wogh… seperti keramik, mas :roll:
    disikat! :lol:

  47. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    jah… kejam nian :lol:

  48. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    ehem…
    apakah ini berarti sebuah undangan? :oops:
    bagus-bagus, kan, di sana? saya suka yang berderet dekat kilang minyak, apa ya? :mrgreen:

  49. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    wah… ingin sekali bisa seperti itu, mas :mrgreen:
    tapi… belum tahu caranya. Panjenengan tahu?

  50. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    makasih mas, atas link beritanya :mrgreen:

  51. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    hihihi…
    Bi… jawab ni, Bi… :mrgreen:

  52. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    kok nanya, tika? :mrgreen:

  53. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    ngga, ntar ganggu kalau diajak, hihi

  54. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    hehe… dikecup sama buih, mungkin, mas :lol:

  55. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    ibu, betull :mrgreen:

  56. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    ehehe, makasih banyak pak ersis :mrgreen:

  57. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    gimana-gimana, endingnya? :mrgreen:

  58. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    hehe… nyeburr sendiri aja sana! :mrgreen:

  59. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    yo ke gunung atau ke mana gitu, ohm…
    jah… mosok preman takut sama ombak? hihihi

  60. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    dEEt berkata...

    whuuuuaaaa…

    this story so sweeet bangeeettt deh..!!!
    mdh2an cerita di atas a.k.a. khayalan-a segera terwujud om.. :mrgreen:

    eh, apa ini malah pengalaman pribadi yah?!
    hihi..

  61. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    ini cuma cerita dt, bisa apa saja, kan? :mrgreen:

  62. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    omahputih berkata...

    style dan stilistika-nya sudah mendekati seno. akan lahir penulis baru yang berkualitas, lahirlah sudah….

  63. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    easy berkata...

    belum punya rumah..
    ga ngerti harus pulang kemana…

    pelabuhan itu masih terlalu jauh untukku

  64. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    Kurt berkata...

    Apalah letih, yang ditukar senyuman? Apalah buih, yang diganti kecupan? ”

    sedapnya membaca ini …sastrawi banget

  65. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    hanny berkata...

    episode home is where the heart is, ya? :)

  66. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    amien…, mohon dukungannya mas
    btw, stilistika apa ya? :mrgreen:

  67. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    owww… tidakkah berusaha mencari? :mrgreen:

  68. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    hihihi… makasih banyak Pak Kurt :mrgreen:

  69. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    kira-kira seperti itulah, kurang lebih :D

  70. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    panda berkata...

    hanya sesekali bisa datang, tapi selalu…selalu..tersuguhkan sesuatu yang lembut…

  71. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    silly berkata...

    ya ampunnnn… so sweet banget… semoga ini bukan khayalan doang.

    Aunty goop udah ada khan?… kepantai yukkk, halahhh.. :P

  72. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    hihi, sedang belajar Bang, melembutkan hati :mrgreen:

  73. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    eh doain ya mbak sill, semoga bukan khayalan sahaja hihi
    amien

  74. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    sapimoto berkata...

    Wah, ternyata ini blog isinya keromantisan. Saya kasihkan alamatnya ke seseorang yang seneng dengan suasana romantis, biar datang kesini untuk baca-baca.

  75. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    silakan mas, panjenengan tak suka romantis-romantisan? ;)

  76. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    stey berkata...

    BATUK-BATUK…:D

  77. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    kecoak berkata...

    so sweet sekaliii….saiya menggelinjang sambil ngedip2 geli ngebacanya..hihihii

  78. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    Pisss…. mbak ;)

  79. Pada Friday, 5 September 2008 pukul 10:56 WIB,
    goop berkata...

    kok sampai menggelinjang? hahaha

RSS komentar untuk tulisan ini URI Lacak balik

Tinggalkan Komentar