melintas batas
Pelupa Agustus
Lupa seperti bidadari cantik yang tidur
Begitu diam
Rela menukar waktu terpekur
Di ranjang diam
Lupa bangun sesuka hati
Tak perlu panggilan
Mengaduk semua suasana hati
Tanpa erangan
Lupa menyisakan tangis
Lupa mengundang tawa
Ingatan yang terkais
Kerlingan nostalgia
Tidurlah lupa…
Tidurlah…
___________
| Print article | This entry was posted by unclegoop on 29/08/2008 at 10:30, and is filed under pintu jiwa. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |


about 1 year ago
gak mudeng ik..
dari tadi baca2,,
aku yang lemot atw kamu yang berat
about 1 year ago
kekeke… sama saya juga ngga mudeng kok
about 10 months ago
Sedikit perjuangan melawan lupa. Mantep jg puisinya.