batas ruang

bingkai kata tak terbatas

Membincangkan Pot Bunga

Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB 35 komentar
Ditulis oleh Sridewanto Edi dalam loteng baca

Beberapa waktu yang lalu, di depan kamar saya ada delapan pot bunga. Sebuah pot besar berisi Bougenville, tiga buah pot berisi kamboja merah dan empat buah pot berisi tanaman sebangsa rumput-rumputan.

Kemarau, angin dan terik mentari menjadikan beberapa tanaman mengering dan layu. Bougenville masih bertahan bahkan berbunga. Kamboja, asal selalu disiram malah makin hijau dan berbunga cantik. Hanya sekelompok rerumputan itu yang tidak kuat bertahan, daunnya menguning, mengering. Kasihan sekali seperti sekarat dan mengharapkan kesejukan.

Saya biasa melirik semua pot itu, sekedar melirik. Niatan untuk menyiram atau membawanya ke tempat teduh pun ada. Sebatas niatan, tak pernah berakhir pada tindakan nyata. Sampai beberapa hari yang lalu, tidak saya temukan lagi empat pot rerumputan di depan kamar. Ibu kos, nampaknya telah memindahkannya ke bawah di tempat yang teduh di taman kecil di sekitar dapur.

Sekarang, pot-pot berisi rerumputan berbaris rapi di rak-rak dari bambu, terlihat segar dan hijau. Senang sekali melihat daunnya bergoyang ditiup angin.

***

Masih di taman kecil dekat dapur itu, rerumputan yang sama tumbuh juga di tanah. Jenis tanaman yang mudah sekali tumbuh dan berkembang biak, seringkali membuat pot terlalu penuh. Sebagian harus dikeluarkan, ditanam di tempat lain.

Saya pernah melihat taman di sebuah hotel, rerumputan yang sama juga ada di sana. Ditanam di kantong-kantong plastik, diatur sedemikian rupa, mengelilingi tanaman yang lebih besar. Akhirnya rerumputan ini membentuk semacam batas, garis yang membatasi zona tanaman dengan zona terbuka di sekitarnya. Mempercantik taman-taman kecil di hotel itu.

Mungkin Ibu melihat taman di hotel dan memperoleh ide untuk melakukan hal yang sama di dekat dapur. Sayangnya Ibu lupa, rerumputan di hotel ditanam dalam kantung plastik, sementara di rumah agar tak repot, langsung ditanam begitu saja.

Entahlah, di mana letak kesalahannya? Rerumputan yang ditanam di tanah tidak sebagus yang ditanam di pot bunga atau kantung plastik. Semestinya, bukankah akan subur dan berkembang biak ke sana ke mari? Tapi itu tidak pernah terjadi, hanya merumpun kecil, mengelompok di tempat yang itu-itu saja.

***

Bila Anda suatu ketika diberi pilihan, mana yang akan Anda pilih? Tumbuh di dalam pot ataukah langsung di tanah?

Di dalam pot, media tanam begitu terbatas. Akar, tidak akan leluasa menancap di media tanam. Ketersediaan air, unsur hara dan kebutuhan lainnya janganlah membuat risau. Empunya yang rajin akan menyiram secara berkala, di waktu-waktu tertentu juga akan menambahkan pupuk, melengkapi nutrisi untuk tanaman.

Tanaman menjadi terlalu subur adalah risiko yang harus dihadapi kemudian. Berebutan tumbuh, berkembang di lahan yang sempit. Berdesakan, saling membunuh. Tanaman akan dicabut sebagian, begitu mudah dicabut dan dipindahkan ke tempat lain dengan tidak kalah mudahnya.

Kondisi yang berkebalikan akan ditemui pada tanaman yang langsung tumbuh di tanah. Kompetisi mendapatkan air dan unsur hara sudah dimulai sedari awal. Barangkali akar, akan menjulur sampai ke tempat yang jauh mencari air, mencari unsur hara, nutrisi untuk tumbuhnya.

Tak perlu kompetisi yang berlebihan di antara tanaman karena lahan yang tersedia masih sangat banyak dan terbuka. Bila bersedia melakukan perjalanan, usaha yang tak kenal menyerah, maka tumbuh adalah buahnya.

Namun, suatu ketika empunya akan merasa terganggu dengan tanaman yang tumbuh sembarangan. Taman menjadi tidak cantik, dilakukan usaha untuk merapikannya, menata. Cukupkah dengan dicabut? Ternyata tidak jawabnya.

Tercerabutnya akar dari sebuah tanaman, akan memicu tercabutnya tanaman lain di sekitarnya. Ikatan yang ada di antara tanaman begitu kuat. Perlu alat bantu berupa cangkul untuk merapikannya, memangkas paksa tubuh tanaman sampai dengan akarnya.

***

Kemerdekaan, barangkali dimiliki oleh tanaman yang tumbuh begitu saja di tanah. Terpasung, dijajah mungkin itu yang dialami oleh tanaman yang ada di dalam pot. Meski mungkin wajah, penampilan tak sebagus tanaman dalam pot, namun tanaman yang berjuang untuk hidupnya memberikan pelajaran lain.

Perjuangan untuk hidupnya, tentu saja tidak sama dengan pemberian untuk hidupnya. Usaha akar mendapatkan air, perjuangan daun memperoleh cahaya di antara rimbun tanaman lain, mungkin adalah nilai lebih. Berjuang sekuat tenaga saat kemarau tiba, menghemat dan tidak rakus saat penghujan datang mungkin adalah seni yang lain. Seni yang tidak dimiliki tanaman dalam pot, yang tinggal menerima jatah air, jatah pupuk, jatah cahaya.

Hal lain yang pantas kiranya untuk disebutkan adalah : tanaman di taman memiliki alamat tinggal yang jelas. Dia adalah warga dari sebuah taman di dekat dapur misalnya. Tentu saja tidak sama dengan tanaman di dalam pot. Di mana alamatnya? Karena terkadang ia ada di dapur dekat kompor, seringkali di tangga, lain waktu di beranda menyambut tamu. Ada yang istimewa dari tanaman yang tumbuh di taman. Suatu ketika bila ia tercerabut, akan mengenangkan taman sebagai rumahnya, tempat pulang.

Kemerdekaan akhirnya adalah hasil dari perjuangan hidup, adalah identitas, rumah yang bisa disebutkan sebagai tempat pulang. Meski mungkin tidak selalu cantik, tak jua selalu dilihat tamu.

asal gambar

35 komentar »

  1. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    edy berkata...

    emang kamboja baiknya selalu kena panas matahari
    tapi ati-ati dicolong orang

  2. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    Jumawa berkata...

    Pot nya dicet merah putih dong :D

  3. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    iya ya…
    masak harus ditungguin? :lol:

  4. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    semestinya begitu… tapi itu pun sudah cantik kok :p

  5. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    yusdi berkata...

    yang penting tanamannya dirawat, disiram, jangan sampe mati…..ntar kayak filmnya wall-e,,,,,

  6. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    ndebakulsempak berkata...

    ngelih aku om :D

  7. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    abdee berkata...

    iso aeee….
    tanaman digathukne karo makna kemerdekaan…
    kerenn…

    kalo saya milih jadi rumput..
    biar keliatan kering dan mati..
    tapi kalo ada air, hidup lagi.

  8. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    ngodod berkata...

    karena berjuang itu bentuk cinta, bukan begitu unclegoop…?

  9. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    regsa berkata...

    dengan kebebasan tanpa diatur oleh pihak laen, kita dapat lebih enjoy dalam menentukan langkah kedepan.

    Merdekaa bung !!!

  10. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    aziz berkata...

    wah, pecinta taneman nih…. sama kayak ibu saya….

    HIDUP TANEMAN!!!!

  11. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    panda berkata...

    merdeka….! ada kebebasan dalam pot!

  12. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    didut berkata...

    MERDEKA :D

  13. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    Indah Sitepu berkata...

    keren… keren…. rumput bisa nyambung ama merdeka yahh uncle goop.. :D

    MERDEKA!!!!!!!

  14. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    AngelNdutz berkata...

    wih…keren!!!!
    Tapi rumput tetangga lebih hijau loh, Paman ;;)

  15. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    belom nonton wall-e
    kau mau pamer yak? :evil:

  16. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    podo dab :cry:

  17. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    ah itu hebat pula mas…
    menjadi rumput, akan saya ingat :D
    makasih

  18. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    yah bisa jadi kang ngodong :D

  19. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    yupe…
    bebas menentukan langkah dan hati-hati melangkah
    MERDEKA!

  20. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    HIDUP!!!
    halah, kok malah taneman
    tapi memang perlu dijaga biar tetap hidup, siapa tahu harganya mahal lagi hihihi

  21. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    yupe…
    mungkin, lebih tepat kebebasan tanaman di taman, Bang! :mrgreen:

  22. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    merdeka juga mas didut :D

  23. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    cuma bertutur mbak :D
    makasih, merdeka juga :D

  24. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    nah itulah nDutz, gimana caranya agar rumput kita juga tak kalah hijau :D

  25. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    aha berkata...

    inget lagu tanyakan pada rumput yang bergoyang…

  26. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    kok bisa? :lol:

  27. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    neng fey berkata...

    blom baca, cuma mo bilang, blog paman bagus bgt!!! aku suka…!!

  28. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    makasih ya neng, masih terus berbenah inih :D

  29. [...] we have ceremony, celebration, marching, pictures, logo, colors, duct tape, flower pot, jokes and games. We even have lunar eclipse and gold medal. Some bloggers write Merdeka, with [...]

  30. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    easy berkata...

    jadi merasa tersindir karena udah menelantarkan anak 5 buah pot kecil di balkon..
    mereka minum hanya saat langit mencurahkan hujan :D

  31. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    saya pun menelantarkan, andaikan ibu kos tidak mengulurkan tangannya, hihi
    berarti kita sama, mbak :mrgreen:
    *toss*

  32. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    gempur berkata...

    Sampean tetap merdeka meski tak sering saya kunjungi..
    sampean tetep merdeka meski taman anda tergusur..
    sampean tetep merdeka meski taman dan pot bunga mengering terlupakan..

    *mbuh opo maksude…*

    ke sini cuman minta maaf, lama tak berjumpa juga tak bersilaturrahim ke sampean mas! maap ya..!

  33. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    walah…
    sama-sama Pak Gempur…
    saya pun lama tidak sowan ke sana…
    tapi tetap baca, sih hihi

  34. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    Kurt berkata...

    tanaman di pot bisa subur karena dirawat dengan baik diperhatikan hingga ke suhu udaranya.

    Begitulah sang jiwa ada dalam pot raga. dengan raga dirawat tanahnya, airnya, supplemen jiwa baik pupuk untuk daun, batang maupun buah dari tanaman jiwa, hingga suhunya juga diatur, niscaya tanaman jiwa itu akan betah dan tidak perlu dipaksa dicabut … seandainya terbengkalai potnya, maka siapa saja akan benci pada tanaman kering kerontang itu, dan siap2 DICABUT PAKSA… MAAF NGELANTUR BOS… :d
    percikan seketika.

  35. Pada Friday, 15 August 2008 pukul 15:39 WIB,
    goop berkata...

    ow… perlu keseimbangan antara pot dan bunga di dalamnya, ya pak?
    wah… ilmu baru inih :mrgreen:

RSS komentar untuk tulisan ini URI Lacak balik

Tinggalkan Komentar