Home » kamar hati

Pelukan Terakhir

12 August 2008 354 views 54 Comments

“Di mana kita?”

Aku menganggap aneh pertanyamu setelah apa yang terjadi semalam di antara kita. Setiap desahmu, meliar tubuhmu yang kutindih. Bahkan, aku masih ingat dengan jelas bulir-bulir keringat di koordinat pucuk hidungmu.

Ku biarkan kau dengan diam dan senyum nakalku.

“Aih! Apa yang telah terjadi?”

Pekik manjamu itu, keluar saat kau sadar kita berpelukan tanpa busana. Apa yang terjadi kau tanyakan, benarkah itu, atau sekedar berpura-pura?

Ingin aku menghukummu sekarang juga dengan pagutan yang lama. ‘Kan kuhela seperti kuda Troya yang binal saat ini. Seperti semalam, lagi dan lagi.

Lupakah kau? Siapa yang telah begitu sabar membuka kancing kemejaku satu demi satu? Kemudian, tak kau biarkan aku beraksi. Justru kau menelanjangi dirimu dan menari.

Ah tarian itu… ‘Kan kukenang malam demi malam…

Masih saja aku terdiam. Malah, kutiupi bulu-bulu halus di keningmu. Mempermainkanmu? Bukan; bukan itu tujuanku. Kemanjaanmu, itulah yang kunanti. Benar, kan? Kau menggeliat membelakangiku, setelah tak lupa mencubit perutku. Ahh, kau memang nakal.

Di antara banyak hal yang membuatmu takut, kesendirian adalah musuh besarmu. Ingin kuuji kau, berapa lama kau mampu bertahan membelakangiku. Kuberingsut, pasti kau kira akan mendekatimu. Padahal aku hanya menengadah, kemudian membelakangimu.

Saat membelakangimu itu, kukenangkan semua yang terjadi semalam. Belum lama, sebuah tangan sudah melingkar erat di pinggangku. Bingo!

Kau memang sangat usil, kau hembuskan nafas hangatmu di tengkukku. Membuatku kegelian, mengganggu kenanganku. Barangkali kau mengharapkan aku bereaksi atas aksi yang kau lakukan. Tetapi, aku memilih tetap diam.

Akhirnya kau pun menyerah, justru memelukku kian erat, hangat, rapat. Diam menyelimuti, saat kurasakan cairan hangat mengalir di punggungku. Aku kira kau menangis. Ahh, apa pula ini.

“Sudah bulatkah tekadmu itu?”

Bisikmu nyaris tak terdengar ditingkahi isakan yang tertahan. Aku tahu, pada akhirnya kau akan menanyakan ini. Sekedar memastikan niatku untuk terakhir kali, mungkin.

Kupikir, sebuah sentuhan terakhir yang tak terlupakan pantas untukmu. Aku bangun, menarik tanganmu dengan lembut. Pasti kau mengira akan kubawa kau ke balkon seperti biasa kita lakukan. Berpelukan, telanjang dan mandi matahari.

Sayang kau salah kali ini. Kamar mandi dengan bath tub untuk berdua menjadi tujuan kita.

Shower kunyalakan, hanya pintu yang lupa belum tertutup…

*Cklik!*

Dan kemudian pintu tertutup…

_____________________________________________

Saya mendengar lho suara-suara protes itu!

Dari pada penasaran, kenapa tidak membuat cerita sendiri saja di sini misalnya, hahaha

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

RSS feed | Trackback URI

54 Comments »

Comment by itikkecil
2008-08-12 18:57:41

yippe… saya sudah daftar di cerpenista…

Comment by goop
2008-08-13 08:05:51

Selamat ™ makan-makan :lol:

 
 
Comment by Jumawa
2008-08-12 19:02:14

Apa to ini?

*lagi ndak pura pura, bingung beneran*

Comment by goop
2008-08-13 08:11:17

*toss* saya pun bingung ;)

 
 
Comment by danalingga
2008-08-12 21:38:21

Ini opo toh?

Comment by goop
2008-08-13 08:32:27

bukan apa-apa kok, Bang :mrgreen:

 
 
Comment by senimanpeta
2008-08-12 22:42:42

“Aih! Apa yang telah terjadi?”

senimanpeta bilang = selanjutnya ndak perlu dipetakan

Comment by goop
2008-08-13 08:38:56

mas… kira-kira perlu di-digitalisasi tidak ya?
tentunya agar menjadi layout yang sesuai kaidah kartografis, hahaha

 
 
Comment by aditya sani
2008-08-13 01:10:10

iklan to mas bro..
kekekekekekk

Comment by goop
2008-08-13 10:15:38

iyeee nih :P

 
 
Comment by edy
2008-08-13 08:08:25

wah saru ini… :lol:

Comment by goop
2008-08-13 10:20:10

hayah…
kan belajar dari situ :oops:

 
 
Comment by AngelNdutz
2008-08-13 10:41:41

Paman, gak bisa daftar nih..diblok sama proxy Ndutz :((

Comment by goop
2008-08-13 12:32:10

iya memang ada beberapa teman yang tidak bisa mengakses :D
tunggu aja beberapa saat lagi, semoga ada kebijakan

 
 
Comment by Indah Sitepu
2008-08-13 11:31:21

binun *_*

Comment by goop
2008-08-13 13:05:51

hehehe…
maafkeun
hanya cerita saja kok :D

 
 
Comment by nico
2008-08-13 13:24:22

potonya memancing:P

Comment by goop
2008-08-13 18:04:47

Hah? memancing apa nih? :lol:

 
 
Comment by bakulsapi
2008-08-13 19:41:26

koq seperti mimpi saya semalam…

ahh….

Comment by goop
2008-08-14 08:24:19

ah, masak sih?
di-pas-paske mesti, hahaha

 
 
Comment by gita devi
2008-08-13 21:03:31

Kayaknya sudah membayangkan “the begining story with aunty goop” nih….cari dund Om! hehehe
Huh gw sebweel, susah akses nih mo nulis blog… kerjaan kantor banyak jali… hiks2…..

Comment by goop
2008-08-14 08:35:12

Bantuin cari napa? :lol:
hayah, malah curcoll :mrgreen:
yang sabar git, siapa tahu ntar bisa jadi bosnya mbak Eva J hihihi

 
 
Comment by Ndoro Seten
2008-08-14 14:32:10

wah rejeki nomplok yo mas?

Comment by goop
2008-08-14 15:46:06

Hahaha…
cuma cerita rekaan kok mas :D

 
 
Comment by indra1082
2008-08-14 15:38:48

Ini ada apa
Ini ada apa……………..

Comment by goop
2008-08-14 15:58:31

emang ada apa?
nda’ ada apa-apa kok :D

 
 
Comment by hadi arr
2008-08-14 23:30:30

hmmmmmmmmmm, goop
senang bisa baca tulisannya lagi
tapi, yah tau lah hehehe

Comment by goop
2008-08-15 15:16:56

hahaha… maaf Pak, mungkin ini percobaan yang lain :D
seperti biasa ;)

 
 
Comment by unai
2008-08-15 09:22:21

waduhhh paman…pagipagi baca tulisan ini..uhuk, keren banget, tapiiii beneran niyyy? *selidik :P

Comment by goop
2008-08-15 15:18:51

hahaha… hanya imajinasi sahaja mbak :D

 
 
Comment by funkshit
2008-08-17 18:05:00

wah.. orgasmia blom pernah sebagus ini. . emangl ebih bagus klo sendiri. . namun lebih seru klo rame2 .. ya ngga mas bro

Comment by goop
2008-08-19 17:13:12

yupe, itu bener banget bro…
makanya di sini ditawarkan nih :D

 
 
Comment by chiw
2008-08-24 00:39:10

orgasmia syekaleee…

saya belom daptar grup itu.

Comment by goop
2008-08-24 19:54:40

daftarlah makanya!
tapi cerpenista secara keseluruhan pun menarik, kok :P

 
 
Comment by nana
2008-08-24 21:39:35

waaaa…
cerita apa ituuu…

ntar daftar ah..
kyaknya enak tuh..

Comment by goop
2008-08-25 13:16:00

iya, emang seru dan enak hahaha
daftarlah cepat!

 
 
Comment by kurt
2008-08-24 22:42:03

BOs kita ini pniter bersembunyi dibalik kemesraan antara dua “insan” yang tengah dimabuk asmara. Memagut berduaan dalam ketelanjangan. Yang satu memburu “nafas dan nafsu agar secepatnya klimaks namun yang satunya tetap tenang, tegar, tentram dan mendamaikan. Bahkan saat orgasme itu datang, si dia tetap menantang dengan terus MENGANGA sepanjang masa… AH cerita saya lebih vulgar ya mas… :d SORY DEH abis keki memebayangkannya.

Comment by goop
2008-08-25 13:19:03

walah… Pak Kurt piawai juga hahaha…
maaf Pak Kurt, sekedar mencoba yang lain lagi ini :mrgreen:

 
 
Comment by septy
2008-08-25 20:48:33

*spechless*
tutup mata pakai lima jari tapi tetep ajah penasaran mbaca :D

Comment by goop
2008-08-26 10:47:43

kenapa tutup mata?
malukah? :mrgreen:

 
 
Comment by lamanday
2008-08-26 16:09:38

koordinat pucuk hidung?
ganjil dab.
hehe, nevermind.

Comment by goop
2008-08-26 16:57:42

nah, itulah mas, kalau lulusan sama dengan kita merasa ganjil, kan? :mrgreen:
btw, ada punya usul lain ngga? biar tidak janggal barangkali :D

 
 
Comment by darnia
2008-08-27 12:38:01

tutup mata muka, buka mata hati…

mbayangin… :>

Comment by goop
2008-08-27 14:14:43

hahaha
kenapa harus tutup mata :mrgreen:

 
 
Comment by Ikkyu_san
2008-08-30 16:19:38

satu kata aja deh…

indah!

EM

Comment by goop
2008-08-30 16:44:39

hihi, terima kasih :D

 
 
Comment by manusiasuper
2008-09-02 11:42:27

Kuda troya bukannya terbuat dari kayu? Binal? I prefer frigid…

Comment by goop
2008-09-02 13:32:28

hehe…
kalau arti harfiah, mungkin seperti itu mas…
namun ini kan semangat di dalam kuda itu, seperti prajurit sparta yang haus darah :)
*kok jadi syerem yak?*

 
 
Comment by warmorning
2008-09-02 12:46:10

bener-bener menggairahkan :)

Comment by goop
2008-09-02 13:42:03

haduh… :D
mosok sih? :mrgreen:

 
 
Comment by manusiasuper
2008-09-02 17:58:02

prajurit sparta yang haus darah :mrgreen:

Masokis? *seneng ngomongin yang ginian*

Comment by goop
2008-09-03 09:55:05

wah… parah nih…
ntar lama-lama senang mutilasi hihihi
syerem ah…

 
 
Comment by aku
2008-09-16 11:46:06

was it us?

Comment by goop
2008-09-16 16:35:36

did you forget about it? :mrgreen:

 
 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post