melintas batas
Archive for July, 2008
Membincangkan Tata
Jul 23rd
Jauh jalan yang harus kau tempuh
Mungkin samar bahkan mungkin gelap
Minggu sore itu, Bapak dan Ibu baru saja pulang dari penjahit di desa sebelah. Satu stel baju seragam SMA baru saja selesai dijahit. Di rumah Tata telah menunggu dengan antusias. Tanpa menunggu lama, segera dipakai baju seragam itu lengkap dengan dasi dan topi. Lucu sekali melihat di sore yang cerah itu ada anak yang begitu bersemangat memakai baju seragam. Sudah hari Minggu, sore pula. Sepatu baru yang dari kemarin hanya diletakkan di atas kardusnya, kini pindah ke kaki. Lengkap sudah seragam baru, topi baru, dasi baru, sabuk baru. Ah, gagah sekali adik saya itu.
Di antara kekanakannya yang menjengkelkan dan kebandelan remajanya yang mulai nampak. Saya teringat sepuluh tahun yang lalu. Saat itu, mungkin saya juga sama bersemangatnya dengan Tata. Tidak peduli bahwa saat itu hari Minggu, sore hari, atau alasan dan pembenaran yang lain. Di lain pihak saya juga teringat bahwa saat itu saya mulai berkenalan dengan kenakalan khas remaja. Mencoba merokok, ikut tawuran, sesekali membolos dan jatuh cinta.
Tajam kerikil setiap saat menunggu
Engkau lewat dengan kaki tak bersepatu
Saya merasa berbangga juga melihat Tata sudah berganti seragamnya dari kemarin putih biru menjadi putih abu-abu. Hari yang lalu dia terlihat culun dengan celana pendek dan sepatu kumal yang tak jarang berdebu, kini dia terlihat tampan dengan celana panjang dan sepatu baru. Ini bukan masalah penampilan tentu, tetapi rasa yang lain, ah apa ya? Mungkin tiada kata yang pas untuk menggambarkannya.
Saya jadi bertanya-tanya bagaimana “rasa” yang dirasakan oleh Bapak dan Ibu, lahirnya senyum-senyum, batinnya siapa tahu? Di antara bangga dan haru, mungkin terselip juga kekhawatiran. Bagaimana langkah adik saya itu? Akan benarkah dia melangkah, apakah sedikit tersesat seperti kakaknya yang pertama?
Saya jengkel saat tahu adik saya itu pada hari-hari pertama masih diantar ke sekolah. Mungkin saya teringat saat saya masuk SMA semua hal dilakukan sendiri. Harapan saya tentu dia juga melakukan sendiri semuanya. Tetapi kehendak dan perlakuan orang tua tentu tidak sama terhadap putra-putranya.
Duduk sini nak, dekat pada Bapak
Jangan kau ganggu ibumu
Saya selalu percaya, apa yang dikatakan dan dilakukan orang tua adalah baik. Pengalaman yang dilalui menjadi cermin dan pelajaran. Langkah yang beliau tempuh, tentu tidak sama dengan saya yang sukanya main tabrak. Barangkali beliau ini belajar dari tingkah polah saya dan adik yang satu lagi. Si bungsu ini, mungkin lebih mendapat pengawasan dan perhatian.
Sebenarnya agak kasihan juga karena bentuk pengawasan ini terkadang berupa bentakan dan hardikan. Sedikit cercaan dari kakak-kakaknya yang sok tahu pun sering dia terima. Selama ini, Tata telah berhasil melaluinya. Kini sebelah kakinya telah menginjak tempat yang berbeda, mencari jati dirinya. Entah perubahan macam apa yang akan terjadi. Saya harap semoga semuanya berjalan dengan baik dan arah yang benar.
Turunlah cepat dari pangkuannya
Engkau lelaki kelak sendiri
Sepuluh tahun yang lalu tentu berbeda tantangan yang dihadapi dengan saat ini. Langkah saya dahulu, tentu tidak bisa lagi diterapkan untuk masa kini. Biarlah Tata belajar melangkah, mungkin sesekali terperosok dan kami akan berdiri di belakangnya mengulurkan tangan menariknya. Keluarga layaknya sebuah tim yang bahu membahu, saling mengingatkan dan bergandengan tangan.
Bapak sibuk dengan urusannya sendiri. Ibu sibuk di dapur dan mencuci. Kakak-kakaknya sok sibuk dengan perkaranya masing-masing. Pada akhirnya dia akan sendiri, mencoba-coba, belajar menyelesaikan masalah. Barangkali dengan itu, pengalaman akan datang menghampiri, menjadi bekal melalui jalan terjal yang menghadang. Semoga…
Semua quote : Iwan Fals “Nak”

dan tak lupa “Selamat Hari Anakâ€
Mencoba Serakah
Jul 22nd
Blog tidak cuma satu, barangkali telah menjadi mode.
Saya pun barangkali telah terkena mode ini, atau istilahnya korban mode.
Jadi, di sinilah saya mencoba hal yang baru ini
Tidak ada salahnya, bukan? mencoba dan terus mencoba
terima kasih
-- ~www.unclegoop.com~
Kopdar Kejutan
Jul 22nd
Yayyyy!!!
Tak disangka, semalam kopdar bareng Pak Sawali
Ah, kejadian yang langka… tidak tiap minggu bisa terjadi…
Ya, kan? hehe
Menabrak!!
Jul 22nd
Pengaturan lalu lintas yang berbeda pasca jam 8 malam di jalur utama kotaku, membuatku sedikit pusing. Jalan yang sedianya satu arah, saat itu menjadi dua arah.
Aku melaju dari arah yang tidak biasa. Kecepatan sedang-sedang saja, karena siapa tahu ada yang melaju dengan cepat dari arah berlawanan dan tidak menyadari bahwa malam itu sudah berlaku dua arah.
Sampai di depan wilayah pertokoan, sebuah sepeda motor yang tidak lengkap onderdilnya termasuk lampu depan. Tak juga helm bertengger di atas kepala penunggangnya bermaksud untuk menyeberang jalan.
Dia memang telah berhati-hati dengan menengok pada jalur biasa kala siang. Sayang, dia tak sempat menengok dari arahku datang.
Ckiiiiiiitttttttt, Braaakkkkkkkkkkk!!!!!!!!!
Sukurlah masih sempat melakukan pengereman, meski tangan kiri terantuk bagian depan motornya. Motor tak ada yang lecet, dan perjalanan dilanjutkan kembali.
Hal yang selalu menjadi kebiasaan, sukar sekali mengubahnya. Tanyalah pada pengendara dudulz itu bila tak percaya
-salam-
