batas ruang

bingkai kata tak terbatas

Rindu Juli

Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB 27 komentar
Ditulis oleh unclegoop dalam kamar hati

Adalah kerinduan buluh pada rumpun bambu*

Menjadi seruling siulannya adalah sebuah ode

Adalah kerinduan konsonan pada deretan vokal**

Menjadi kata rangkaiannya adalah kalimat syukur

Adalah kerinduan Juli pada rinai hujan

Menjadi debu keringnya adalah kuncup bunga

___________________________________________

*) Rumi (Akulah Angin, Engkaulah Api: Hidup dan Karya Jalaluddin Rumi; Annemarie Schimmel)

**) Biru Elang Bara

asal gambar

Klaten, 080708

27 komentar »

  1. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    ulan berkata...

    belom sampe tanah nya retak kan om..

  2. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    sebentar lagi kayaknya, mbak :mrgreen:

  3. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    escoret berkata...

    ulang tahun ya bos..???

    dirayakan di juminten aja..kekkeke

  4. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    weks… kok ulang tahun? :roll:
    hayah juminten oran teko wee?!! :twisted:

  5. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    danalingga berkata...

    ada kok. :mrgreen:

  6. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    ada kok?
    maksudnya? :roll:

  7. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    rasyeed berkata...

    Hmm… Sapardi Djoko Damono Wannabe…

    Nice poet anyway.

    salam kenal!

  8. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    salam kenal juga :D
    makasih sudah mampir di sini

  9. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    abdee berkata...

    hmmm…. ndak isa berkata kata..
    kerennn puisinya.

  10. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    aziz berkata...

    hehehehhehe orang lagi giat berpuisi…..

  11. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    neng fey berkata...

    july is summer pamaaann… *sok bule*

  12. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    Dimas berkata...

    suer puisinya bagus! salam kenal ;)

  13. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    panda berkata...

    kerinduan Juli pada rinai titik hujan
    …..gimana kalo rinai aja bung. Titiknya agak mengganggu. hehe. saran aja..

  14. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    khofia berkata...

    dan siapakah Juli? apakah die orang malaysie? tak paham saya…

    “Adalah kerinduan Juli pada rinai titik hujan”

    Dan semoga di Juli ini hujan belum turun, soalnya Jakarta kalo ujan turun bentar aja udah jadi banjir…

  15. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    koko berkata...

    adalah kerinduan spasi pada konsonan dan vokal? untuk kekosongan yang memberi arti?

  16. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    Makasih banyak mas :D
    hanya mencoba bertutur :P

  17. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    :lol:

  18. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    yes… that’s right sister, hehehe
    *ndak mau kalah ah :D

  19. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    salam kenal juga
    terima kasih
    *jabat erat*

  20. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    wah terima kasih sekali, Bang :D
    done!

  21. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    bukan orang malaysia, mas bro :D
    nah kalau Juli belum turun, bisa aja bulan depan, gimana mas kalau begitu hehehe

  22. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    hihihi, saya malah ngga ngerti mas :D
    untuk apa saja mungkin :P

  23. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    Yeni Setiawan berkata...

    Juli masih datang lagi tahun depan Mas Broo..

  24. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    bagaimana kalau tidak bertemu lagi?
    misteri, eh?? :roll:

  25. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    ulan berkata...

    ndang di siram kalo gitu om..

  26. Pada Monday, 28 July 2008 pukul 12:00 WIB,
    goop berkata...

    iya… udah mbak
    eh belum ding, mau bantuin pow

  27. [...] begitu menguasai. Menyelimuti begitu hangat seperti, selimut di dini hari musim kemarau lengkapnya di sini saja (No Ratings Yet)  Loading [...]

RSS komentar untuk tulisan ini URI Lacak balik

Tinggalkan Komentar