“Aku baru sadar, ternyata mencintai itu, begitu… begitu… sulit! Sementara membenci seseorang, begitu mudah! Saat melihat langsung ke mata duplikatku yang jahat itu, aku baru sadar, ternyata perubahan menjadi monster bukan hal yang sukar.”
“Apa yang perlu kau tahu adalah, apapun yang akan keluar dari dirimu saat ini, aku akan berada di sini.”
Kira-kira begitulah percakapan di antara Clark Kent dan Chloe di penghujung film Smallville (9/7/8). Kesadaran Clark Kent akan potensi dirinya untuk menjadi monster, dari pada menjadi pembela kebenaran saya kira patut diacungi jempol. Dia yang notabene adalah seorang superhero, memiliki kekuatan yang bisa diisi ulang dengan gampang menggunakan sinar matahari, serta lebih perkasa dari manusia manapun, sadar betul apa akibatnya bila dia berubah menjadi monster.
Kira-kira, bila dia benar menjadi monster apakah ada yang sanggup untuk menghentikannya? Ya, mungkin bila orang itu semacam Lex Luthor yang memiliki cadangan kryptonite di gudang pabriknya. Tetapi bagaimana bila Clark begitu berniat menjadi monster dan melakukan langkah antisipasi dengan menyembunyikan batangan-batangan kryptonite?
Kita mesti bersyukur akhirnya, bahwa Clark masih memiliki cinta. Sedikit naif barangkali, tetapi memang demikianlah senyatanya. Dibesarkan di lingkungan keluarga yang menyayanginya dengan sepenuh hati di sebuah peternakan. Tumbuh kembang bersama teman-teman yang meskipun tidak “aneh” namun tidak kalah dalam memberikan perhatian, membuat Clark menjadi peduli. Peduli pada sekitar, perhatian kepada teman dan keluarga. Cinta dalam hatinya dipupuk, tumbuh subur dan menguncup, mekar kemudian mewangi, mengharumkan lingkungan sekitarnya. Cinta ini pula yang telah menjaganya dari keinginan menjadi monster.
Di lain pihak, saya juga bersimpati kepada Lex Luthor. Tidak segan-segan dia berubah menjadi monster demi memenangkan sebuah hati. Apa yang tidak dilakukannya untuk memenangkan hati seorang Lana? Penelitian yang bernilai miliaran dollar, sampai dengan berpura-pura bahwa Lana telah hamil. Hampir semua hal telah dilakukan, tetapi apakah telah dimenangkan hati Lana, bila kenyataannya Lana masih saja belum berpaling dari Clark?
Apa yang kurang dari Lana kemudian? Dia begitu mencintai Clark, tidak perlu dipertanyakan, walaupun mungkin dalam hubungan di antara mereka berdua banyak onak dan duri. Proses adaptasi saya kira membutuhkan waktu yang tidak sedikit, kesabaran, pengorbanan dan kompromi. Hasil akhir memang tidak pernah di tangan kita, bila kemudian Lana menikah dengan Lex, sampai kemudian Lana “berlagak” meninggal demi melindungi orang yang paling dicintainya, barangkali menjadi bukti paling sahih betapa rumit masalah cinta ini.
Tetapi sabar dulu, sobat! Di sisi lain masih ada cinta yang sederhana, atau mungkin lebih tepat bila cinta tersebut bisa menyederhanakan sesuatu, terbukti dari pernyataan berikut ini:
“Bila kau mencintai seseorang, kau tak peduli semegah apa pernikahanmu. Kau bahkan akan rela menikah di beranda dan hanya tukang susu yang menjadi tamunya.”
Sebuah quote dari film “MOLLY” film yang diputar tepat sebelum “Smallville” di malam yang sama. Bukankah sebuah cinta telah menyederhanakan resepsi yang semestinya megah, mewah dan tidak jarang bahkan sampai dibela-belain berhutang?
“Tetapi dalam quote kedua, cinta sudah terjalin, Paman!”
“Ah iya, benar juga pernyataan kau itu.”
“Paman sendiri bagaimana?”
“Maksudmu?”
“Maksudnya, cinta Paman sendiri bagaimana?
Saya manyun, dan maukah menemani saya manyun, sobat?



wuah curhat colongan lagi?
[Jawab?]
goop menjawab:
err sepertinya iya
[Jawab?]
goop menjawab:
ya ampun….
malu-maluin aja
[Jawab?]
wew… sejak kapan nih mas goop terjun juga ke review film. ok juga nih. trus yang main hetrix dengan santainya tuh siapa, mas goop? kekekeke
lagian punya rumah baru kok ndapai ngundang tetangga, bancakannya kapan? hehehe
wah, loadingnya entheng, ndak kayak blog saya yang lemot, hiks… ok deh mas goop, selamat menempati rumah baru, semoga mampu melahirkan anak2 masa depan yang cerdas …. hehehe
[Jawab?]
goop menjawab:
ini nyoba-nyoba bikin review ceritanya pak
Wah, kalau bancakan udah kemaren *ngibull*
lah, blog kok melahirkan anak2 bagaimana itu, pak?
ah ya, terima kasih sudah mampir di mari, pak
[Jawab?]
agus menjawab:
ssssssssssssssssss
[Jawab?]
goop menjawab:
Dari judul sudah terlihat bahwa ini curcol
Hmmm.. ya, gara-gara cinta, sahabat pun bisa jadi musuh ya, Pakde…
awas sampean berusaha ngrebut pacar saya!!!
Betewe itu si Lana endingnya ke mana sih? Kok Clark malah punya anak sama Louis?
[Jawab?]
goop menjawab:
wuih enak aja ngerebut,
lagi pula, ndak mungkin mau lah sama saya
Lana, errr punya anak sama Lois? ini kau lihat versi yang mana?
[Jawab?]
Nazieb menjawab:
Lha di Superman Return kan gitu, si Clark yang uda jadi Superman (bukan Superboy) endingnya kan punya anak sama Louis
[Jawab?]
goop menjawab:
ho’o pow? hakhakhak
maapkeun bro, saya lupa
cinta rumit juga sederhana.
[Jawab?]
goop menjawab:
nah iya, itu intisari postingan ini, Bang!
ah, Abang haibat!
*menjura*
[Jawab?]
ah, mo curhat aja kok bawa2 superman sama molly sih, bro?
[Jawab?]
goop menjawab:
habis, kalo langsung tunjek point ngga penak, mas dab
[Jawab?]
trus kapan undangannya??
[Jawab?]
goop menjawab:
hayah
lawannya aja belum ketemu
[Jawab?]
dan paman sesaat kemudian pergi menceburkan diri kedalam kolam tanda tanya…
menunggu seseorang menemani bibirnya yang aneh…
[Jawab?]
goop menjawab:
wahhhh….
ceritanya syeremmm
bibirnya aneh? *getok2 sir Moerz*
[Jawab?]
curcol nih….
saya sampai sekarang tidak mengerti apa itu cinta. dan rasanya, saya lebih mencintai diri saya sendiri dibanding cinta saya pada dirinya
*sebuah curcol lagi*
[Jawab?]
goop menjawab:
ah dirinya ngerti kok mbak
lah kok ikut-ikutan curcol, hahaha
[Jawab?]
cinta = sesuatu yang sampe sekarang ndak saya pahami.
[Jawab?]
goop menjawab:
saya juga mas, rupik ya?
[Jawab?]
cur col lagi nge-trend yaa belakangan ini??? hee..
[Jawab?]
goop menjawab:
hihi, kayak fashion aja mbak, trend!
[Jawab?]
makanya paman… kalo maen di sarkem jangan ngutang…
[Jawab?]
goop menjawab:
wogh, makasih sarannya
kamu memang berpengalaman soal sarkem
[Jawab?]
sy nungguin supermannya bisa terbang!!!
[Jawab?]
goop menjawab:
*ikutan nunggu*
[Jawab?]
hmmm….
makin banyak aja yang suka curhat2 colongan….. hehehehehhe
[Jawab?]
goop menjawab:
iya nih, kenapa ya
[Jawab?]
ndak mau.
males manyun.
sayah mau ke bioskop.
ikut ndak?
*tarik goop*
[Jawab?]
goop menjawab:
asal pulangnya jangan kemaleman mau…
kalau ngga, manyun lagi ah, hahaha
[Jawab?]
Cinta? Pake laura?
Paman ini sedang mendambakan
bercinta ya?[Jawab?]
goop menjawab:
ah nda’ juga
[Jawab?]
Please manyun yourself
Saya lagi otw menuju rumah, sedang manyun juga di dalam bis
[Jawab?]
goop menjawab:
hayah…
sugeng pulang kampung , mas bro
[Jawab?]
waduh, kok makin banyak aja yang ngomongin cinta….
*lagi sakit hati*
[Jawab?]
goop menjawab:
hahaha
tenang bro, semoga waktu bisa menyembuhkan
[Jawab?]
dulu saya berusaha tidak menggnakan kata “cinta” di tulisan saya mana pun, bahkan walaupun sedang ngomongin cinta sekali pun.
[Jawab?]
goop menjawab:
kenapa gitu, Kang?
[Jawab?]
Saya bisa merasakan denyut cinta mas Goop….!
[Jawab?]
goop menjawab:
waoww…
apakah cinta mirip jantung, pak?
kok berdenyut, hihi
[Jawab?]
oww… tumben paklik ngomongin cinta… ngemeng2, gimana hubungan asmara-mu sama ce’ malaysia itu?
[Jawab?]
goop menjawab:
baik-baik aja bro
errr… tetapi…
[Jawab?]
jangan manyun paman … mending segera beranjak jalan2 ke tempat tetangga dan sodara … hehehe
[Jawab?]
ya mas, makasih…
mungkin dengan bermain-main bisa nda’ manyun lagi ya?
blogwalking ah, hahaha
[Jawab?]
duww..
cinta.. cinta..
*ikutan manyun*
[Jawab?]
goop menjawab:
hihi, kasian…
eh, tapi makasih karena sudah menemani saya
[Jawab?]
saya temenin manyun paman!!!!
maap nih, baru mampir sekarang
[Jawab?]
goop menjawab:
haduh, makasih banyak Neng
jangan bosan ya, kelihatannya saya bakalan sering manyun, nih!
[Jawab?]
sedang jatuh cinta tho lek ?
[Jawab?]
goop menjawab:
Hayah!
lagi nunggu auntygoop, Kang!
[Jawab?]
cinta itu buta
buta itu gelap
gelap itu enyak enyak enyak….
[Jawab?]
goop menjawab:
wakaka, jadi cinta itu gelap dan enak?
[Jawab?]
cinta mah RIBET
[Jawab?]
goop menjawab:
yo’i bro, tapi asyik kata komentator di atas
[Jawab?]
yusdi menjawab:
komentator diatas? yg mana ya? hhhheeee
[Jawab?]
goop menjawab:
ya… yang bilang enyak-enyak itu dong
enyak kan asyik juga to, hahaha
nuwun, Kang!
manyun sendirian emang ngga enak
eheheheh
[Jawab?]
goop menjawab:
yupe, makanya kalo bisa jangan sendirian
kan mustinya saya yang digituin yak?
[Jawab?]
Cinta dan wanita memang bikin pusing Om
.
Wah kalo saya bukannya sulit mencintai, tapi sulit dicintai, wakakakak
jangan manyun kelamaan Om,hehehe.
BTW ajari saya ngedit theme donk Om? Theme kita kan sama2 buatan N design studio,hehehe
[Jawab?]
goop menjawab:
saya juga ngga bisa edit theme
kebanyakan meminta tolong teman2 yang lebih paham
mosok sih bikin pusing, max?
bagaimana kalau dinikmati sahaja?
[Jawab?]
rupanya lg patah hati ini…
[Jawab?]
goop menjawab:
hahaha, nda’ kok, non!
lagi nunggu auntygoop, nih
[Jawab?]
weleh…ini pasti sebuah puzzle yg intinya paman menemukan bibi?? benarkah?
[Jawab?]
goop menjawab:
sayang puzzle itu belum lengkap

bibi itu yang nampaknya akan melengkapi puzzle
saya selalu suka analogi puzzle
[Jawab?]
Cinta itu mudah…memiliki itu sulit..
[Jawab?]
goop menjawab:
Cinta kan tidak harus memiliki, mas?
CMIIW
[Jawab?]
unclegoop tersadar dari lamunannya dan mulai mendapatkan jawaban tentang dirinya…
kemudian ia terbang…
*swing….*
ati2 ntar nabrak…
[Jawab?]
goop menjawab:
hihihi…
mohon berikan kompas, lampu kabut dan GPS agar saya tidak nabrak, Sir!
[Jawab?]
bung, tak usah terlalu lama menunggu. sudah saatnya Bung keluar. belajar memang harus selamanya, tapi mulailah berterimakasih pada dunia blog, dan songsonglah dunia yang lebih nyata. maksudku, hadirlah sebagai penulis. Bung sudah sangat baik. uhff, cemburu daku membaca cantiknya tulisanmu…
[Jawab?]
goop menjawab:
Ah, terima kasih Bang atas apresiasinya….
hanya tahukah Abang, mana jalan yang harus saya temput untuk menyongsong dunia nyata?
fyuhhh… saya kurang mengerti jalur mana yang harus diambil
[Jawab?]
quote terakhir ituh yang menyentuh hihihi…
selamat jatuh cinta paman
[Jawab?]
goop menjawab:
Hahaha, terima kasih, Kang
[Jawab?]