batas ruang

bingkai kata tak terbatas

Rahasia Kenikmatan Kerupuk

Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB 36 komentar
Ditulis oleh Sridewanto Edi dalam pintu jiwa

Makan nasi goreng senikmat apapun, masih kurang lengkap bila tiada kerupuk yang menemani. Kerupuk bukanlah makanan utama, tak juga bervitamin. Bahkan mungkin menimbulkan batuk karena kandungan minyak di dalamnya. Fakta yang demikian jelas tentang kandungan kerupuk dan efek negatifnya, tak juga menyurutkan langkah tukang makan, semisal saya untuk terus memakan kerupuk.

Kerupuk selalu dicari ketika soto terhidang di meja makan. Kerupuk diincar, dilirik-lirik saat menikmati mie goreng, atau mie godok. Pendek kata, apapun makanannya kerupuk teman menyantapnya. Biar makanan selezat apapun, bila tiada kerupuk terhidang rasanya ada yang kurang, hampa dan tidak lengkap.

Sayang, tidak semua kerupuk nikmat. Kerupuk yang terhidang ini harus dalam kondisi keras alias tidak melempem. Kerupuk yang keras, tak jarang menimbulkan bunyi saat dimakan benar-benar bernilai mahal. Bukan mahal harganya, sobat. Tetapi mahal kenikmatan yang ditawarkannya.

Guna menjaga kekerasan kerupuk, dibuatlah sebuah wadah yang istimewa. Di tempat saya, wadah kerupuk ini terbuat dari bahan yang sejenis dengan material dasar kaleng roti. Desain yang sedemikian hebatnya, membuat udara tak mungkin masuk dan mencederai rasa nikmat kerupuk. Udara yang tidak berganti di dalam kaleng kerupuk, adalah syarat agar kerupuk tetap keras dan tidak melempem.

Di salah satu sisinya, kaleng kerupuk memiliki kaca tembus pandang. Dari sini, kita bisa melihat bagaimana bentuk, warna dan penampilan dari kerupuk yang ada di dalam sana. Saya kira, ini salah satu bentuk bagaimana menawarkan kerupuk itu, semacam beriklan melalui penampilan langsung dari kerupuk.

Tak jarang, di sisi atas dari kaca tembus pandang ini, dituliskan siapa yang memproduksi kerupuk istimewa ini. Hanyalah nama, tengara untuk kaleng kerupuk itu sendiri, agar tidak tertukar dengan produsen kerupuk yang lain. Tetapi, bila ditelusur lebih jauh, rasa-rasanya nama ini juga menjadi salah satu cara beriklan juga. Tanpa sadar, kita akan menandai sebuah merk kerupuk bila dirasa lebih nikmat dari merk lain, kemudian bila di suatu warung kita bertemu dengan beberapa kaleng kerupuk yang merk-nya beragam, tentu kita akan memilih merk-merk yang sudah kita kenal.

Hebat bukan, peran dari sebuah kaleng kerupuk? Fungsinya tidak saja kepada kerupuk yang dijaga kekerasannya, tetapi juga kepada pelanggan rumah makan agar kian nikmat dalam menikmati hidangan. Sebuah kaleng kerupuk menyimpan rahasia, bukan sembarang rahasia, karena rahasia yang disimpan adalah rahasia kerupuk. Kenikmatan beberapa buah kerupuk yang akan menjaga pengunjung tetap setia pada sebuah rumah makan, kenikmatan yang akan menambah rasa nikmat pada makanan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Lebih jauh, kaleng kerupuk menyimpan sebuah rahasia kenikmatan.

Peran yang sama, meski pada obyek yang berbeda, dapat juga kita temukan pada sebuah termos, magic jar, magic comp dan peralatan rumah tangga yang lain, (maaf ngga hapal).

Bagaimana dengan manusia, sobat? Apakah yang dirahasiakan oleh seonggok tubuh manusia? Kenikmatan macam apa yang bisa ditawarkan?

Seorang wanita, kenikmatan yang ada apakah hanya sebatas selaput dara? Setahu saya, tidak hanya itu. Rasa keibuan yang dimiliki, sifatnya yang lebih peka sekaligus perasa. Tentu saja, sebagai mitra pria dalam menjalani hari demi hari. Kepolosan, jujur dan nakalnya anak kecil, sepertinya adalah rahasia dari masa kanak-kanak. Kebijaksanaan orang tua, ajaran dan wejangannya juga terawangan yang awas sebagai hasil dari memakan asam dan garam pengalaman, barangkali sebuah kenikmatan cawan-cawan yang ditawarkan dari perjalanan usia.

Potensi kenikmatan, akhirnya ada pada setiap diri. Bagaimana cara mengungkapkannya kemudian yang menjadi masalah. Apakah tersembunyi dalam sebuah kaleng yang tertutup rapat? Apakah ada media tembus pandang yang dari sana kita dapat melihatnya, tapi tiada kuasa untuk menyentuh dan menikmatinya? Ataukah terhidang begitu saja, di atas meja makan dan tinggal kita santap?

Bagaimana dengan Tuhan, ya?

36 komentar »

  1. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    itikkecil berkata...

    sorry kalo oot…. tapi bukankah segala sesuatu yang transparan itu sebenernya kurang menarik? lebih baik ada yang tertutup biar bisa jadi misteri?
    *lagi agak ngantuk dan pusing makanya oot*

  2. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    Moerz berkata...

    wah abis makan gak ngajak2 nih paman……

    krupuk krupuk apa yang paling enak????

    klo mnurut aing mah krupuk udang di cocol sambel mantap euy……….

  3. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    *hari berkata...

    hmm, saya suka kerupuk juga suka wanita :D
    dua hal yang melengkapi selera makan dan hidup saya :D

  4. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    auliaziz berkata...

    laper!!!!

  5. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    ulan berkata...

    om om… aku udah enggak ada segel nya!!
    (bangga)

  6. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    Ngga OOT, kok mbak!
    yupe menjadi misteri dan kemudian diubek-ubek -halah- dicari bagaimana caranya agar misteri itu bisa tersingkap :lol:

  7. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    Iya, Sir!
    hanya, saya kurang suka krupuk udang :?

  8. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    wew….
    saya juga suka dua hal itu, mas :D
    errr tapi yang wanita, keknya nunggu auty goop dulu pulang jalan-jalan :P

  9. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    *toss*

  10. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    maksudnya bagaimana, mbak?
    *berusaha keras memahami, pesan mbak ulan* :lol:

  11. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    danalingga berkata...

    Duh, ada yang nggak pake segel.

  12. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    dEEt berkata...

    jd kesimpulan-a: cewek ibarat kerupuk yah?! :roll:

    hhmm..
    kalo gitu dt pesen mie goreng satu deh mas..!!
    (baca: mie goreng = cowok)

    :lol:

    *gi gak nyambung dot com*

  13. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    Nazieb berkata...

    Betul itu, Mbak…
    Makanya saya lebih suka wanita berbikini daripada yang telanjang bulat..

    *digampar

    Betewe saya suka krupuk ikan, Pakde.. :mrgreen:

  14. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    wakaka, sepertinya Abang ni salah fokus :lol:

  15. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    Errr, sepertinya bukan begitu dt :D
    pertanyaannya adalah “kenikmatan” semacam apa yang ditawarkan dari seorang cowok atau cewek, hehe
    *kok kesannya gimana gitu, ya? :oops:

  16. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    wuah, kok hobi berbikini itu sama zieb? *toss*
    kandakke ora yo?
    [OOT} eh zieb, buka blogmu kok lama kenapa ya?
    -hayah OOT dewe-
    errr krupuk ikan, saya kurang suka, amis kan? :-)

  17. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    Mbelgedez berkata...

    Enaknya langsung disantap mentah-mentah….

    :D

  18. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    regsa berkata...

    saya ndak suka krupuk mlempem . Tapi biasanya saya suka mencelup krupuk kekuah soto :mrgreen:

    Saya juga setuju kenikmatan seorang perempuan bukan hanya karena “krupuknya” sudah mlempem ato belon, ada yang lebih berharga lagi daripada tipisnya “krupuk” itu.

  19. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    arya berkata...

    jadi, tolong terangkan kepada saya sejarah krupuk
    *kriuk*

  20. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    okta sihotang berkata...

    wagh..dikantin kantor juga makannya pakai kerupuk..

  21. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    tukangkopi berkata...

    sampeyan itu mo ngomongin perempuan kok dimulainya dari kerupuk ya? :lol:
    gw juga suka banget kalo makan ditemani krupuk. rasa gurihnya itu seperti membubuhkan penyedap pada hidangan yang disantap. soal perempuan? gw juga masih mencari yang gurih dan renyah buat teman menjalani hidup.. :mrgreen:

  22. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    Awas batuk, ohm mBell :-)

  23. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    asli saya nda’ mudeng hahaha
    itu kok ada bukan hanya “kerupuknya” terus tipisnya “kerupuk” errr gimana ya?

  24. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    begini, pada suatu hari, di suatu tempat, dalam suatu masa…
    *capek ngetiknya kali, ohm* :D

  25. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    saya sih bisa milih mau pake atau ngga, tapi biasanya sih ya memilih kerupuk yang keras tapinya :P

  26. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    ini mungkin yang dinamakan jebakan betmen, bro hahaha
    eh, sekedar mengingatkan tidak selalu gurih dan renyah bisa dicapai lho… sering juga melempem, tak jarang perlu digoreng lagi, hehe

  27. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    bingung ganti ID berkata...

    Paman suka gitu ya … dulu pas ngomongin mie ayam enaknya dimakan dengan cara gimana, eee .. maksud yang diomongin bukan mie ayam itu sendiri.
    sekarang ngomongin kaleng krupuk yang menyimpan rahasia, kok ujung2nya malah pertanyaan kenikmatan apa yang ditawarkan oleh perempuan?
    Hmm … aku suka gaya paman :D

  28. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    wah, makasih Lena :mrgreen:

  29. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    omith berkata...

    welah ancen ilat jowo biasane ra iso mangan nek ga ono krupuk’e..wkakakak

    termasuk aku ..:p

  30. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    *toss* kalo gitu mbak :D

  31. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    ngodod berkata...

    mbahas krupuk po (calon) istri to iki..?

  32. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    mbuh iki mas, biasalah sering kehilangan fokus saya hahaha

  33. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    didut berkata...

    makanya sy suka kerupuk yang putih gak suka yg item
    *eh ini mbahas kerupuk to?!?*

  34. [...] Sebuah kaleng kerupuk menyimpan rahasia, bukan sembarang rahasia, karena rahasia yang disimpan adalah rahasia kerupuk. Goop [...]

  35. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    Koko berkata...

    harus dimakan cepat2 biar gak cepet melempem

  36. Pada Wednesday, 9 July 2008 pukul 10:31 WIB,
    goop berkata...

    Iyo mas, tapi boleh juga dong dicecap pelan-pelan?
    dinikmati setiap kriuk-nya :mrgreen:

RSS komentar untuk tulisan ini URI Lacak balik

Tinggalkan Komentar