Home » pintu jiwa

Rahasia Kenikmatan Kerupuk

9 July 2008 123 views 36 Comments

Makan nasi goreng senikmat apapun, masih kurang lengkap bila tiada kerupuk yang menemani. Kerupuk bukanlah makanan utama, tak juga bervitamin. Bahkan mungkin menimbulkan batuk karena kandungan minyak di dalamnya. Fakta yang demikian jelas tentang kandungan kerupuk dan efek negatifnya, tak juga menyurutkan langkah tukang makan, semisal saya untuk terus memakan kerupuk.

Kerupuk selalu dicari ketika soto terhidang di meja makan. Kerupuk diincar, dilirik-lirik saat menikmati mie goreng, atau mie godok. Pendek kata, apapun makanannya kerupuk teman menyantapnya. Biar makanan selezat apapun, bila tiada kerupuk terhidang rasanya ada yang kurang, hampa dan tidak lengkap.

Sayang, tidak semua kerupuk nikmat. Kerupuk yang terhidang ini harus dalam kondisi keras alias tidak melempem. Kerupuk yang keras, tak jarang menimbulkan bunyi saat dimakan benar-benar bernilai mahal. Bukan mahal harganya, sobat. Tetapi mahal kenikmatan yang ditawarkannya.

Guna menjaga kekerasan kerupuk, dibuatlah sebuah wadah yang istimewa. Di tempat saya, wadah kerupuk ini terbuat dari bahan yang sejenis dengan material dasar kaleng roti. Desain yang sedemikian hebatnya, membuat udara tak mungkin masuk dan mencederai rasa nikmat kerupuk. Udara yang tidak berganti di dalam kaleng kerupuk, adalah syarat agar kerupuk tetap keras dan tidak melempem.

Di salah satu sisinya, kaleng kerupuk memiliki kaca tembus pandang. Dari sini, kita bisa melihat bagaimana bentuk, warna dan penampilan dari kerupuk yang ada di dalam sana. Saya kira, ini salah satu bentuk bagaimana menawarkan kerupuk itu, semacam beriklan melalui penampilan langsung dari kerupuk.

Tak jarang, di sisi atas dari kaca tembus pandang ini, dituliskan siapa yang memproduksi kerupuk istimewa ini. Hanyalah nama, tengara untuk kaleng kerupuk itu sendiri, agar tidak tertukar dengan produsen kerupuk yang lain. Tetapi, bila ditelusur lebih jauh, rasa-rasanya nama ini juga menjadi salah satu cara beriklan juga. Tanpa sadar, kita akan menandai sebuah merk kerupuk bila dirasa lebih nikmat dari merk lain, kemudian bila di suatu warung kita bertemu dengan beberapa kaleng kerupuk yang merk-nya beragam, tentu kita akan memilih merk-merk yang sudah kita kenal.

Hebat bukan, peran dari sebuah kaleng kerupuk? Fungsinya tidak saja kepada kerupuk yang dijaga kekerasannya, tetapi juga kepada pelanggan rumah makan agar kian nikmat dalam menikmati hidangan. Sebuah kaleng kerupuk menyimpan rahasia, bukan sembarang rahasia, karena rahasia yang disimpan adalah rahasia kerupuk. Kenikmatan beberapa buah kerupuk yang akan menjaga pengunjung tetap setia pada sebuah rumah makan, kenikmatan yang akan menambah rasa nikmat pada makanan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Lebih jauh, kaleng kerupuk menyimpan sebuah rahasia kenikmatan.

Peran yang sama, meski pada obyek yang berbeda, dapat juga kita temukan pada sebuah termos, magic jar, magic comp dan peralatan rumah tangga yang lain, (maaf ngga hapal).

Bagaimana dengan manusia, sobat? Apakah yang dirahasiakan oleh seonggok tubuh manusia? Kenikmatan macam apa yang bisa ditawarkan?

Seorang wanita, kenikmatan yang ada apakah hanya sebatas selaput dara? Setahu saya, tidak hanya itu. Rasa keibuan yang dimiliki, sifatnya yang lebih peka sekaligus perasa. Tentu saja, sebagai mitra pria dalam menjalani hari demi hari. Kepolosan, jujur dan nakalnya anak kecil, sepertinya adalah rahasia dari masa kanak-kanak. Kebijaksanaan orang tua, ajaran dan wejangannya juga terawangan yang awas sebagai hasil dari memakan asam dan garam pengalaman, barangkali sebuah kenikmatan cawan-cawan yang ditawarkan dari perjalanan usia.

Potensi kenikmatan, akhirnya ada pada setiap diri. Bagaimana cara mengungkapkannya kemudian yang menjadi masalah. Apakah tersembunyi dalam sebuah kaleng yang tertutup rapat? Apakah ada media tembus pandang yang dari sana kita dapat melihatnya, tapi tiada kuasa untuk menyentuh dan menikmatinya? Ataukah terhidang begitu saja, di atas meja makan dan tinggal kita santap?

Bagaimana dengan Tuhan, ya?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

RSS feed | Trackback URI

36 Comments »

Comment by itikkecil
2008-07-09 11:44:02

sorry kalo oot…. tapi bukankah segala sesuatu yang transparan itu sebenernya kurang menarik? lebih baik ada yang tertutup biar bisa jadi misteri?
*lagi agak ngantuk dan pusing makanya oot*

Comment by goop
2008-07-09 15:27:53

Ngga OOT, kok mbak!
yupe menjadi misteri dan kemudian diubek-ubek -halah- dicari bagaimana caranya agar misteri itu bisa tersingkap :lol:

 
Comment by Nazieb
2008-07-09 17:24:56

Betul itu, Mbak…
Makanya saya lebih suka wanita berbikini daripada yang telanjang bulat..

*digampar

Betewe saya suka krupuk ikan, Pakde.. :mrgreen:

Comment by goop
2008-07-09 17:40:03

wuah, kok hobi berbikini itu sama zieb? *toss*
kandakke ora yo?
[OOT} eh zieb, buka blogmu kok lama kenapa ya?
-hayah OOT dewe-
errr krupuk ikan, saya kurang suka, amis kan? :-)

(Comments wont nest below this level)
 
 
 
Comment by Moerz
2008-07-09 12:46:33

wah abis makan gak ngajak2 nih paman……

krupuk krupuk apa yang paling enak????

klo mnurut aing mah krupuk udang di cocol sambel mantap euy……….

Comment by goop
2008-07-09 15:29:17

Iya, Sir!
hanya, saya kurang suka krupuk udang :?

 
 
Comment by *hari
2008-07-09 13:02:18

hmm, saya suka kerupuk juga suka wanita :D
dua hal yang melengkapi selera makan dan hidup saya :D

Comment by goop
2008-07-09 15:33:08

wew….
saya juga suka dua hal itu, mas :D
errr tapi yang wanita, keknya nunggu auty goop dulu pulang jalan-jalan :P

 
 
Comment by auliaziz
2008-07-09 14:54:03

laper!!!!

Comment by goop
2008-07-09 15:33:40

*toss*

 
 
Comment by ulan
2008-07-09 15:15:33

om om… aku udah enggak ada segel nya!!
(bangga)

Comment by goop
2008-07-09 15:35:13

maksudnya bagaimana, mbak?
*berusaha keras memahami, pesan mbak ulan* :lol:

 
 
Comment by danalingga
2008-07-09 16:21:24

Duh, ada yang nggak pake segel.

Comment by goop
2008-07-09 17:36:00

wakaka, sepertinya Abang ni salah fokus :lol:

 
 
Comment by dEEt
2008-07-09 17:23:30

jd kesimpulan-a: cewek ibarat kerupuk yah?! :roll:

hhmm..
kalo gitu dt pesen mie goreng satu deh mas..!!
(baca: mie goreng = cowok)

:lol:

*gi gak nyambung dot com*

Comment by goop
2008-07-09 17:38:27

Errr, sepertinya bukan begitu dt :D
pertanyaannya adalah “kenikmatan” semacam apa yang ditawarkan dari seorang cowok atau cewek, hehe
*kok kesannya gimana gitu, ya? :oops:

 
 
Comment by Mbelgedez
2008-07-09 18:20:51

Enaknya langsung disantap mentah-mentah….

:D

Comment by goop
2008-07-10 09:36:14

Awas batuk, ohm mBell :-)

 
 
Comment by regsa
2008-07-09 19:51:42

saya ndak suka krupuk mlempem . Tapi biasanya saya suka mencelup krupuk kekuah soto :mrgreen:

Saya juga setuju kenikmatan seorang perempuan bukan hanya karena “krupuknya” sudah mlempem ato belon, ada yang lebih berharga lagi daripada tipisnya “krupuk” itu.

Comment by goop
2008-07-10 09:50:30

asli saya nda’ mudeng hahaha
itu kok ada bukan hanya “kerupuknya” terus tipisnya “kerupuk” errr gimana ya?

 
 
Comment by arya
2008-07-09 23:54:06

jadi, tolong terangkan kepada saya sejarah krupuk
*kriuk*

Comment by goop
2008-07-10 09:51:43

begini, pada suatu hari, di suatu tempat, dalam suatu masa…
*capek ngetiknya kali, ohm* :D

 
 
Comment by okta sihotang
2008-07-10 07:27:06

wagh..dikantin kantor juga makannya pakai kerupuk..

Comment by goop
2008-07-10 09:52:55

saya sih bisa milih mau pake atau ngga, tapi biasanya sih ya memilih kerupuk yang keras tapinya :P

 
 
Comment by tukangkopi
2008-07-10 08:58:08

sampeyan itu mo ngomongin perempuan kok dimulainya dari kerupuk ya? :lol:
gw juga suka banget kalo makan ditemani krupuk. rasa gurihnya itu seperti membubuhkan penyedap pada hidangan yang disantap. soal perempuan? gw juga masih mencari yang gurih dan renyah buat teman menjalani hidup.. :mrgreen:

Comment by goop
2008-07-10 10:04:31

ini mungkin yang dinamakan jebakan betmen, bro hahaha
eh, sekedar mengingatkan tidak selalu gurih dan renyah bisa dicapai lho… sering juga melempem, tak jarang perlu digoreng lagi, hehe

 
 
Comment by bingung ganti ID
2008-07-10 10:58:37

Paman suka gitu ya … dulu pas ngomongin mie ayam enaknya dimakan dengan cara gimana, eee .. maksud yang diomongin bukan mie ayam itu sendiri.
sekarang ngomongin kaleng krupuk yang menyimpan rahasia, kok ujung2nya malah pertanyaan kenikmatan apa yang ditawarkan oleh perempuan?
Hmm … aku suka gaya paman :D

Comment by goop
2008-07-10 13:43:28

wah, makasih Lena :mrgreen:

 
 
Comment by omith
2008-07-10 16:53:50

welah ancen ilat jowo biasane ra iso mangan nek ga ono krupuk’e..wkakakak

termasuk aku ..:p

Comment by goop
2008-07-10 19:42:20

*toss* kalo gitu mbak :D

 
 
Comment by ngodod
2008-07-11 14:24:35

mbahas krupuk po (calon) istri to iki..?

Comment by goop
2008-07-11 15:29:16

mbuh iki mas, biasalah sering kehilangan fokus saya hahaha

 
 
Comment by didut
2008-07-11 18:46:59

makanya sy suka kerupuk yang putih gak suka yg item
*eh ini mbahas kerupuk to?!?*

 
Comment by Koko
2008-07-17 17:53:50

harus dimakan cepat2 biar gak cepet melempem

Comment by goop
2008-07-18 08:32:50

Iyo mas, tapi boleh juga dong dicecap pelan-pelan?
dinikmati setiap kriuk-nya :mrgreen:

 
 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post