Sisa Juni
Juni hampir berakhir
Kemarau baru saja dimasuki
Hujan belum lama pergi
Tapi kerinduan, bagai duri
Mampir di kaki, enggan pergi
Harapkan hujan di kala pagi
Rumput basah tanah mewangi
Embun pagi hanya ditemui
Tanah kering
Meranggas jati
Jiwa kering
Keringkah hati?
Maaf, toleran hanya ilusi
Pada jiwa-jiwa yang mati
Suara-suara demonstrasi
Menyisakan seorang mati
Bila nurani tumpul dikebiri
Menebar janji di satu provinsi
Benarkah akan ditepati?
Harap-harap cemas dalam hati
Tanah kering
Meranggas jati
Jiwa kering
Keringkah hati?
Jiwa-jiwa lelah, tubuh mati
Gentayangan menghantui
Tanyakan janji, tanyakan janji
Dagelan lagi-lagi ditemui
Lawakan yang sudah basi
Diputar lagi, lagi dan lagi
Ke manakah kesadaran diri
Jangan dulu mati, berseri mari
Tanah kering
Meranggas jati
Jiwa kering
Janganlah hati!










Sapa bilang ini musim kering?

Ini musim hujan..
Hujan duit pilkadal..
kekeke, ente dapat ngga bro?
juni kok cantik gitu sih? *suit suit*
wah, ini fokusnya ke mana, sih? *siul siul*
dalem bro,,,,
makasih
haduhhh… dalam banget puisinya…
saya habis baca mangap2 gak bisa nafas, saking dalemnya hehehe…
Anyway, puisinya keren euyyy… ternyata bisa bikin puisi juga toh..
silly
hayah

makasih, mbak sil!
tagih janjinya paman………
bantuin nagih, mbak?!

jadi jawa tengah kapan pemilu om??
saran saya pilih gubernur yang punya blog..
*mikir*
ada nggak sih om??
udah kemaren mbak, tanggal 22

yang punya blog ngga ada sih kayaknya
kalau ada, kita bisa koment ya, mbak?
Pilkada jadi puisi
hihi, iya nih
Juni akan menjemput ajalnya sebentar lagi
namun di kala ia mati, maka satu dalam jiwaku akan hidup
GAJIAN!!!!!!!!!!!!!!
*dilempar foto Kanda
hahaha
selamat deh non
karena kita lebih mencintai jani-janji
dari pada janji-janji itu mereka tepati
kadang malah bikin sakit hati
Hujan di bulan Juni.. jadi teringat sajak Sapardi Djoko Damono… Mas, di sini 2 hari dirundung mendung dan hujan.. dua minggu lalu 2 hari mendung dan hujan… Sebuah keanehan alam… HUjan di bulan Juni.. pertanda apakah?
Barangkali memang sedikit terpengaruh, Pak!
Anomali bukan selalu buruk, kan Pak? Semoga semua berakhir atau berujung baik saja, ya Pak?
habis berapa cangkir kopi untuk mbikin puisi sepanjang itu boss..
dikota saya hujannya ndak peduli bulan
wah ngga perlu bercangkir-cangkir, kok mas

wuah mirip di inggris, yak?
Bulan Juni habis sebentar lagi
Tetapi waktu terus berjalan dan berganti
Miris rasanya menyaksikan acara di telefisi
Hati nurani anak negeri seakan sudah mati
.::he509x™::.
betul mas dab, memang begitulah senyatanya yang terjadi, hiks
agh.., golput..
hoho, itu saya mas dab
ah paman, kau memang pujangga
*teriak teriak histeris dibelakang!!*
hayah
makasih
juni tinggal sehari lagi. ndak iyo, uncle??
sekarang ini, kurang setengah hari lagi, mbok
Ikutan venus : Juni tinggal sehari lagi, ndak iyo uncle?
replynya juga ikutan : sekarang ini, kurang setengah hari lagi, mbok
eh, di tipimu tadi malem hasil akhir bola berapa berapa?
wuah banyak non, nda’ ngitung e
inget aja lagunya Sarah Silaban: Juni di Bulan Juli,.. jadi juni masih berlanjut paman!
seperti film, yak?
hidup golput jeng
hiduuupppp
wih lama gak kesini, tau-tau udeh berubah aje, btw PESTA PASTI BERAKHIR, paman !
yupe, dan ketika semua itu berakhir, semestinya kita siap, bukan?
makasih brader
ahhh…
jadi teringat maenan tanah waktu kecil…
tanahnya pada retak…
serem amat bro, tapi bila kemarau memang itu yang terjadi, yak?
Sudah 1 Juli…..
tanggal muda, habis gajian he..he…
haduh, saya belum lagi
Lawakan yang sudah basi
Diputar lagi, lagi dan lagi
MAAFKANLAH JIKA AKU MAKIN CURIGA. KAU INI SEPERTI PENULIS TENAR, TAPI SEMBUNYI.
ha mbok yakin, Bang

saya bukan penulis kok, sungguh
bagaimana cara menjadi penulis itu, Bang?
Setuju, mau sekering dan segersang apapun tanah sekeliling, hati tetaplah sesejuk embun pagi
amien, semoga selalu begitu, ya mbak