Home » loteng baca

Ornamen Wanita

9 June 2008 96 views 46 Comments

Menunggu

Pukul 18.15 sebuah sms baru saja terkirim “lima belas menit lagi, aku akan tiba sayang!”. Semua telah siap, bersama dengan sepeda motor kesayangan, mulai dijalankan aksi malam ini.

Pagar rumahmu telah terbuka separo, tidak perlu susah payah untuk membukanya. Rerumputan bergoyang pelan, seperti menyambutku. Jangkrik bernyanyi riang di balik semak, seakan mendengungkan nyanyian selamat datang. Ah! Sebuah rembang petang yang sempurna.

Di teras rumahmu, bangku-bangku yang biasa kita duduki di sabtu malam, tertata rapi. Tak ada perubahan berarti, hanya beberapa kuntum bunga yang ada di atas meja sepertinya baru saja diganti. Pintu dari kayu Mahagoni yang gagah itu menunggu kuketuk. Tanpa menunggu lebih lama lagi, kuketuk pelan. Aku tahu, di antara derik jangkrik kamu masih bisa mendengar sentuhan pelan itu di daun pintu.

Aku menunggu.

Di dalam sana, tentu kau sedang bingung, aku tahu itu. Rambut yang masih setengah basah, tentu sedang kau keringkan. Sembari menyisir tiap helai, beragam rencana di kepalamu. Haruskah kau membiarkannya tergerai lepas, perlukah disanggul? Jepit di bagian atas, atau mengenakan bandana? Bermacam rencana, berkelebat di rongga kepalamu. Belum juga menentukan pilihan.

Debar, menemani penantianku.

Leher jenjangmu, tiba-tiba saja ikut merepotkan. Beragam pilihan dapat kau ambil. Seuntai kalung hadiah ulang tahun dariku dapat ikut mempercantiknya. Syal, sepertinya pilihan yang tepat untuk menangkal angin jahat yang akan membelai lehermu. Aduh! Bagaimana dengan warnanya? Tentu tidak elok bila tidak selaras dengan baju yang akan kau pakai.

Nada nadi, menjadi melodi kawan sepi.

Argh, baju! Hampir seluruh isi almari kau aduk. Di antara jas panjang, silk organdi, atau terusan belum juga kau putuskan. Sederet tipe kerah, juga menunggu kau pilah-pilah. Cutting kerah terbuka, kerah model a-morf, v-neck, helter neck ataukah sabrina? Fuhh! Kenapa desainer wanita begitu kreatif membuat model baru setiap hari?

Lagi-lagi warna, kau tentu akan berpikir warna baju apa yang kupakai. Seingatku, selama ini kita berjalan bersama, busanamu tidak pernah tidak sesuai dengan warna bajuku. Itu saja baru satu pertimbangan. Belum kau padukan dengan syal, celana, sepatu dan tasmu. Wuah! Pasti kau akan menggigit-gigit bibirmu, tanda sedang berpikir.

Desah dihela lambat-lambat.

Hey! Aku tahu kau jarang berdandan. Tube-tube warna-warni di dekat cermin itu, toh kau timang-timang juga. Foundation perlahan kau sapukan, diikuti dengan bedak. Tanganmu seperti menari, menorehkan lipgloss pada bibirmu. Menggambarkan mascara di kelopak matamu dengan komposisi warna serasi. Blush ikut berperan mengawani shading, tapi tetap saja lesung pipitmu begitu menarik kurasa. Kau bimbang nantinya, perlukah liquid lipstick, lip liner dan eye liner?

Goyangan rumput dan nyanyian jangkrik menggodaku.

Lha?! Bagaimana dengan kakimu? Relakah betismu dibelai cahaya lampu merkuri yang usil, mengabarkan indahnya? Basic, hipster ataukah stocking yang beruntung kali ini?

Telapak mungilmu, apa yang akan membungkusnya? Sandal biasa yang membuat buku-buku jarimu menyembul cantik. Stilleto yang membuatmu susah berjalan, ataukah wadge yang akan membebani langkahmu?

Lampu teras, ditiup angin malam.

Saat itu, berkas cahaya lain mengganggu; menambah terangnya. Itulah berkas cahaya dari lampu di ruang tamu, menjadi penanda kau telah membuka pintu. Diiringi senyum, dan pertanyaan “cantikkah aku malam ini?”

Lidahku kelu, sayang! Ke mana perginya umpatan yang kusiapkan karena penat menunggu tadi? Aku lupa dengan semua rambut basah, segala baju dan pernak-perniknya. Kamu telah berdiri di depanku, menjadi satu paket. Paket yang cantik, seperti senja yang tak lelah kupandang.

__________________________________________________________

Hanya bait pertama dari “Wondeful Tonight” bait selanjutnya, ada yang tertarik?

it’s late in the evening; she’s wondering what clothes to wear.
She puts on her make-up and brushes her long blonde hair.
And then she asks me, “Do I look all right?”
And I say, “Yes, you look wonderful tonight.”

We go to a party and everyone turns to see
This beautiful lady that’s walking around with me.
And then she asks me, “Do you feel all right?”
And I say, “Yes, I feel wonderful tonight.”

I feel wonderful because I see
The love light in your eyes.
And the wonder of it all
Is that you just don’t realize how much I love you.

It’s time to go home now and I’ve got an aching head,
So I give her the car keys and she helps me to bed.
And then I tell her, as I turn out the light,
I say, “My darling, you were wonderful tonight.
Oh my darling, you were wonderful tonight.”

Terima Kasih untuk mbak Ulan, atas semua istilah pakaian dan hal-hal aneh yang lain, penyangga itu apa mbak kemaren :oops:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

RSS feed | Trackback URI

46 Comments »

Comment by purplenote
2008-06-09 12:29:18

waaahhh kata2 rayuan yang mauuutttt…..

Comment by goop
2008-06-09 13:30:42

:oops:

 
 
Comment by ulan
2008-06-09 12:32:08

akhir nya ada bukti nya juga kalo aku perempuan
nice post om.. seperti biasa tenang dan menghanyutkan..

Comment by aLe
2008-06-09 13:02:45

goresan tangan paman memang maut non :D

btw ituloh, ditanyaain ‘penyangga’ itu namanya apa ^^
*ikut penasaran*

Comment by goop
2008-06-09 13:31:20

goop, juga nunggu seperti aLe, ah :P

(Comments wont nest below this level)
 
 
 
Comment by edy
2008-06-09 13:16:54

kirain paman mo beralih profesi kok faseh banget bahasanya :mrgreen:

Comment by goop
2008-06-09 13:34:24

hah?! beralih profesi jadi apa, bro?
emang elo mau nyalon, bo’?
*hueeekkkk!!* :lol:

 
 
Comment by alle
2008-06-09 13:28:14

alhamdulillah sudah tobat ke jalan yg benar: WANITA
:mrgreen:

Comment by goop
2008-06-09 13:40:34

iya le, makasih atas do’a-nya yak
*emang saya kenapa sih? :cry: *

 
 
Comment by lisa
2008-06-09 14:30:10

hey paman ko mascara dioleskan di mata sih, belepotan item2 dong.. ;))
mascara buat bulu mata doang, hihi…ketauan ga profe

Comment by goop
2008-06-09 14:37:59

ah, hanya sebuah bukti kalau saya masih pejantan tangguh :P
*ditendang*
tapi, makasih koreksinya :mrgreen:

 
 
Comment by tukangkopi
2008-06-09 15:08:06

jadinya dia make baju apa? ah, gw lebih suka kalo dia pake gaun yang panjangnya cuma sampai di atas lutut dengan v-line tajam…
*mesum* :mrgreen:
fiuhh..tulisan bagus..capek juga muji terus..tapi apa daya? :P

Comment by goop
2008-06-09 15:16:31

nah…
akhirnya dia pakai baju apa itu masih misteri bro :D
silakan saja diaduk-aduk di imaji masing-masing, yang paling cantik, deh pokoknya :D
btw, jangan muji terus dong, apa gitu…
ngehina juga boleh :P

 
 
Comment by ulan
2008-06-09 15:57:30

penyangga ?? bra?? bh?? korset??
apa merek nya om??

Comment by goop
2008-06-09 16:05:40

jah… mana saya ngarti :oops:
OOT time nih :P

 
Comment by ratutebu
2008-06-11 13:46:52

penyangga yang mana yang ditanyain sesungguhnyah?? ^penasaran^

 
 
Comment by GiE
2008-06-09 16:40:43

Wahaa…
Paman tau banyak juga istilah2 yang biasa dipake kaum hawa…

Kapan jadi desainer pakeyan nih?

He… :D

Comment by goop
2008-06-10 09:23:34

itu semua saya nanya gie, lihat di baris2 terakhir deh :P

 
 
Comment by mezzalena
2008-06-09 18:34:52

Saat itu, berkas cahaya lain mengganggu; menambah terangnya. Itulah berkas cahaya dari lampu di ruang tamu, menjadi penanda kau telah membuka pintu. Diiringi senyum, dan pertanyaan “cantikkah aku malam ini?”
_____________________________________
Hmm .. Tak kirain abis itu paman nyanyi lagunya lobow … Kau cantik hari ini, dan aku sukaaa …
*ehm … mendamba pangeran seromantis dan sepengertian paman kekekeke…*

Comment by goop
2008-06-10 10:10:22

lagu lobow saya ngga ngerti :P
eh, mendamba? duhh apa ngga berlebihan? saya nggak gitu-gitu amat kok :D

 
 
Comment by danalingga
2008-06-09 20:29:16

Walah, repot amat paman.

Comment by goop
2008-06-10 10:17:21

gyahaha, emang kudu repot Bang, namanya juga wanita :D

 
 
Comment by wennyaulia
2008-06-10 09:33:33

ah kalah ik sama paman
stilleto..wadge..apa pula itu

Comment by goop
2008-06-10 10:19:36

-hayah- saya juga tahu dari nanya kok :P

 
 
Comment by daeng limpo
2008-06-10 13:01:48

wanita lebih repot dalam berpakaian daripada pria ya …? :)

Comment by goop
2008-06-10 13:17:46

sepertinya kan begitu yak, tuanku :D
saya sih kurang mengerti, kadang kan repot juga masang dasi :P

 
 
Comment by Nazieb
2008-06-11 03:30:16

Ah, jadi semakin yakin kalo mau kawin…

Comment by goop
2008-06-11 09:46:57

-hayah- kesimpulannya itu logh, ngawur! :lol:

 
 
Comment by detnot
2008-06-11 09:30:54

wakakakkaa, iya jeng
kadang dongkol lama nunggu-in dandan
ketika dia mak-jedul dengan segala ornamen dan wewangiannya…semuanya jadi lupa :lol:

Comment by goop
2008-06-11 09:48:43

you got the point, brader :oops:

 
 
Comment by gempur
2008-06-11 10:16:06

wakakakakakakakka… so romantic…

kejengkelan menunggu jadi kisah satire begini….

Comment by goop
2008-06-11 11:47:52

hehe, ini hanya cerita pendek saja kok pak :D
terima kasih

 
 
Comment by natazya
2008-06-11 13:59:04

again and again…

takluk pada perempuan :D

contoh nyata dari film BEOWULF benar benar huhuhu

Comment by goop
2008-06-11 14:42:08

hee? film apa itu yak? saya mah ngga ngerti
dan bukan takluk kok ini, kan sekedar bercerita saja…
eh, barangkali eric clapton tuh yang takluk :D

 
 
Comment by erander
2008-06-11 14:08:20

Rasanya sudah seabad saya ga berkunjung ke paman. Sekalinya kesini, suasana nya sudah berubah .. dan paman juga ternyata sudah berubah. Jadi lebih melow gitu low hahaha :lol:

Comment by goop
2008-06-11 15:02:09

gyahaha, masak seabad sih Bang? maaf juga saya jarang bersilaturahim tapi saya selalu baca kok :P
eh, benarkah menjadi lebih melow? wew, kok bisa yak?

 
 
Comment by suprie
2008-06-11 14:13:20

beratnya jadi cewe, but it worth it lah … klo cowo kan lebih gampang

janji jam 7, jam 6 baru bangun , sadar sekitar jam 6.30, mandi, pake baju yang baru di cuci, tancap gas… gak harus pake make up dan temen - temennya itu kan, ya kan ?

Comment by goop
2008-06-11 15:54:05

haha, benar sekali apa yang kau bilang itu bro :D
praktis, cepat dan tidak neko-neko, yak?

 
 
Comment by Gelandangan
2008-06-11 17:17:19

Wahh tulisannya mantabe nih :D

Comment by goop
2008-06-11 17:29:55

-hayah- masih kacau gitu kok mas :D
makasih yak :mrgreen:

 
 
Comment by t i n i
2008-06-11 20:33:11

Penantiannya ga sia” kan om? :)

Comment by goop
2008-06-12 16:15:35

semestinya sih begitu, tapi ini kan hanya cerita pendek, bukan sebenarnya :D
kalau sejujurnya sih saya kurang sabaran :D

 
 
Comment by nidnod
2008-06-11 22:15:09

Hihihihi…
Hampir aja saya menaruh rasa curiga, om. Apalagi pas bagian:
Foundation perlahan kau sapukan, diikuti dengan bedak. Tanganmu seperti menari, menorehkan lipgloss pada bibirmu…. wakakakaka.
Jangan2 kalau malam…

Comment by goop
2008-06-12 16:16:49

-hayah- tebar-tebar gosip nih :|

 
 
Comment by alex®
2008-06-12 03:12:43

Wonderful Tonight? Eric Clapton?

Lagu bagus. Satu diantara sekian lagu oldies yang wajib dikoleksi, IMHO.

Tapi sayangnya… udah lama itu orang ndak pernah bikin lagu bagus lagi. Terakhir saya tahu, lagu bagusnya itu Tears In Heaven yang utk anaknya yang meninggal dunia karena jatuh dari loteng.

Ah… sori kalau OOT :|

Saya ndak bisa komentar tentang tulisannya. Bisa melantur ocehan sastrawi saya :mrgreen:

Comment by goop
2008-06-12 16:25:24

eh eric clapton udah capek apa ya Bang? hiks :(
hehe, selamat deh kalau jadi inget, kangen-kangen ente :P

 
 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post