batas ruang

bingkai kata tak terbatas

Sendiri

Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB 33 komentar
Ditulis oleh unclegoop dalam kamar hati

Setiap hari lebih banyak menghabiskan waktu sendirian. Bangun tidur, tidak ada siapapun yang ditemukan saat membuka mata. Hal biasa yang dilakukan di kamar mandi, juga tak ada yang menemani. Jok belakang sepeda motor yang lega lebih sering kosong, sehingga batas kecepatan dapat dicapai dengan mudah.

Kesendirian menjadi sahabat karib, menemani ke manapun kaki melangkah. Pada akhirnya, justru nyaman dengan itu semua. Terganggu bila banyak orang, bising dan ramai ditemui. Merasakan kesendirian, seperti menikmati teh hangat, dicecap pelan, dirasakan dengan penuh kenikmatan.

Pada teh hangat, tidak ada kejutan berarti yang ditemui, sedikit pahitnya adalah kewajaran. Bila gula terlalu banyak dibubuhkan, menjadi terlalu manis, maka tinggal ditambahkan air. Tak jarang, beberapa jenis teh memberikan keharuman yang berbeda. Sedikit kejutan memang, tapi tak lama.

Segelas teh kemudian begitu personal. Saya memiliki takaran gula sendiri, kadar panas air sendiri, jenis atau mungkin merk teh sendiri. Bila itu tidak terpenuhi, kemudian saya akan kecewa, kurang nyaman dan serasa ada yang kurang.

Egois

Ah ya, benar sekali! Saya menjadi begitu egois dan terobsesi dengan kesendirian. Alih-alih berjamaah ke masjid, saya malah akan lebih nyaman di rumah. Entahlah, barangkali beberapa saat lagi akan berdiri agama dengan saya sebagai nabinya.

Saya merasa merdeka bila sendirian. Tak ada batasan, bebas terbang seperti burung di angkasa. Mengepakkan sayap yang terentang di antara gemawan. Menelusup di balik mega-mega. Mencumbui pucuk-pucuk rembulan dan ketiak matahari.

Sayang, dunia ini tidak pernah saya miliki sendiri. Tidak pernah menjadi sebenarnya egois dan merdeka seutuhnya. Seperti camar yang kaget dengan hadirnya rajawali, mengecil, mendadak merasa tidak berarti. Awan-awan harus dibagi, mega-mega dipecah. Rembulan pun sembunyi-sembunyi dilihat, dan hangat mentari hanya sedikit bisa dirasakan.

Orang lain selalu ada, lengkap dengan kemerdekaan mereka sendiri. Menjadi saling bersinggungan, tak jarang berbenturan. Mungkin akan tiba suatu masa saat benturan-benturan itu bersatu padu, menjadi ledakan dahsyat. Lubang hitam terbentuk, dengan sejuta kali gaya gravitasi.

Alangkah indah bila camar terbang beriringan dengan rajawali. Saling membimbing, berkelok di antara awan. Menunjukkan jalan bila rajawali lupa, dan camar sok tahu. Menuju ke batas, saat matahari mulai terbenam dan bulan berganti memainkan perannya.

Saat besar tak selalu benar, ketika kecil tak selalu salah. Bilakah?

33 komentar »

  1. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    ade berkata...

    *mikir*

  2. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    antitukangpukul berkata...

    saat yang besar tidak harus selalu menggebuk yang kecil ketika bersuara. Kapan?

  3. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    edy berkata...

    hayoo buruan cari boncenger dan kirim undangan!

  4. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    :lol:

  5. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    saya pun bertanya-tanya

  6. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    amien bro, doakan saya yak :P
    fokusnya ke ini deh :P
    sudah kuduga…

  7. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    ulan berkata...

    tapi emang enggak bisa di pungkiri kan om, setiap orang butuh waktu untuk berbincang-bincang dengan diri nya sendiri, kadar nya aja yang beda, kalau saya butuh hampir 4 jam sehari untuk sendirian aja, kalo njenengan butuh berapa lama??

  8. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    mezzalena berkata...

    Saat aku memilih menerjemahkan kesendirian

    Sebagai bahagia yang tak pernah purna

    Sebagai kemerdekaan tanpa lawan

    Hmm … Ada yang menulisnya lebih panjang.
    Paman dah bosan sendiri ya? Endingnya tuh :D

  9. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    hadi arr berkata...

    ah Goop, ternyata kata “sendiri” menjadi begitu banyak makna, bisa menjadi lemah dan bahkan menjadi sangat super karenanya ada yang merasa bisa jadi nabi.

  10. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    saya ngga pernah ngitung sih mbak, tapi sepertinya sering :P hitungan pastinya, ntar deh saya coba hitung dulu :D
    *kok koyo matematika*

  11. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    duh, terjemahan kesendirian yang hebat *syalut*
    endingnya kenapa to? :lol:

  12. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    eh, gitu ya pak? saya sih khawatir saja kalau memang arahnya menuju ke sana :cry: hiks…

  13. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    auliaziz berkata...

    gak tau ah….. numpang lewat ajah ni…. salam kenal yak…. jangan lupa komen balik…..

  14. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    salam kenal pula, terima kasih sudah mampir :P

  15. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    gempur berkata...

    Benar mas Goop.. saya merasakan kesendirian sampean…

    kemerdekaan dan kelegaan itu terpancar sepanjang bentangan jalan Kendal-Semarang-Ungaran…

    Benar-benar unforgetted… seperti ksatria berkuda putih…

  16. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    ratutebu berkata...

    betul paman.. segera cari teman.. (sok berasa sudah punya teman gitu dakuwww.. ikut-ikutan menasehatii) :mrgreen:

  17. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    apa ada hubungannya sih pak? perjalanan kendal semarang dengan ksatria berkuda putih?
    jah… bingung :|
    *membuka-buka catatan perjalanan*

  18. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    iya mbak, makasih atas nasihatnya :P
    bantuin napa? :lol:

  19. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    gita devi berkata...

    uuuhhhh, masih bisa ngeblog… tempat kerja gw yang baru kalo masuk situs resmi wordpress gak bisa, jadi gak bisa bikin blog… untung orangnya enak2 disini… gak kayak tempat gw waktu di escetepe dullu…. eh omong2 bung edy caplang… sekarang gw tinggal di meruya!!! ngekos demi menghemat biaya!hehehe

  20. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    gita devi berkata...

    ngomong2 baru nih ya blognya om gup! hehehe gw satu aja gak keurusan….

  21. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    nidnod berkata...

    Semua orang butuh kesendirian. Kita menjadi lebih bertanggung jawab karena tindakan kita murni hasil dari perenungan ditengah kesendirian, bukan karena pengaruh sugesti dari orang lain.

    Wakakakaka… serius sekali saya!

  22. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    pantesan kok ngga pernah nongol, kalau YM gimana git?
    iya deh, ntar kukasih tahu bang edy

  23. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    udah lama kok :P
    gita aja yang ngga ngerti :mrgreen:

  24. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    saya kok bosan ya, sebenarnya :D
    jian akrab tenin sama itu kesendirian :(

  25. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    GiE berkata...

    Ah, indahnya kesendirian…

    Eh, jadi inget lagunya Sherina.


    Biarkan aku sendiri,
    sendiri…
    ooh…
    oo oohhh…

    *cieh.. kok jadi mellow sih* :D

  26. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    walah, mau sendiri gie? ya sana :lol:
    eh bareng-bareng aja yuk :P

  27. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    antobilang berkata...

    kesimpulannya cari tomat, paman?

  28. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    oooo yeah, that’s right brader! :lol:

  29. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    daeng limpo berkata...

    ah..rupanya rajawali lebih memilih camar ketimbang angsa…? :D

  30. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    gyahaha…
    *bingung* :lol:

  31. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    chiw berkata...

    bilakah semua kemerdekaan yang kau maksud itu terenggut, Pap Paman?

    *mencoba berbahasa sedikit puitis tapi gagal*

  32. Pada Tuesday, 3 June 2008 pukul 7:15 WIB,
    goop berkata...

    malah balas nanya :P
    saya duluan yang nanya kok :mrgreen:

  33. [...] sekali hewan yang hidup bersama saya. Agaknya, saya harus merevisi tentang ke-sendiri-an [...]

RSS komentar untuk tulisan ini URI Lacak balik

Tinggalkan Komentar