perjalanan masa
Dik kenanglah suatu masa
Dalam jarak ribuan depa
Kita bercengkerama
Hanya huruf dan deretan kata
Sonder swara
Bahkan pandangpun hanya bertumbuk kaca
Tak tentu apa yang kita bincangkan
Segalanya mengalir
Seperti air mencari sungai
Seperti hawa mencari rongga
Seperti awan menunggang udara
Seperti riak mencapai pantai
Dik kenanglah kelak di suatu masa
Meski saat itu kita tlah renta
Anak dan cucu adalah hari-hari kita
Boleh jadi kitapun tlah samar akan swara dan rupa
Tapi setidaknya kita pernah berbicara
Lama kita tak berkata-kata
Swara hampa dipacu jarak
Huruf-huruf luruh didera makna
Kutulis catatan di pekat malam
Kupahat ingatan di palung dalam
Marilah merapat lebih dekat
Kaudengar kalimat pada nafasku
Kautangkap bisik pada kedipku
Kaubaca makna pada diamku
Marilah mendekat lebih rapat
Di rentang sekat kita menatap
Sejauh pandang hanya cakrawala
Dan sepi menyergap
Dik, rasanya kita tak perlu
Membilang waktu
Biarkan saja ia menemukan tepinya
Kita menyaksikan siang menjemput malam
Berulang-ulang
Bulan bintang berpendaran
Daun kering berguguran
Hujan reda dan bunga bermekaran
Dik, sepertinya kita tak perlu mengeja masa
Biarkan ia mengguratkan catatannya
Pada kerut di wajah
Pada uban di kepala
Pada kesabaran yang dalam
Pada kearifan yang memancar
Dik, masihkah perlu
Kita menoreh waktu
Sedang ia sesungguhnya
Bukanlah milik kita
_____________________________
puisi dari seorang sahabat, yang rindu…
makasih untuk sumbangsih tulisan ini
Liontin
Kuserahkan padamu sebentuk liontin
Separuh hati bentuk liontin
Separuhnya menggelantung di leherku
Menjadi pengingat kamu dan aku
Perpisahan tak pernah menjadi bagian dari rencana
Tak jua pertemuan yang bukan disengaja
Ruang jarak dan waktu
Bukanlah belenggu kau tau
Ah lupa tapi, bisa terjadi
Dan kau pergi, ingkari janji
Pada pagi pun mentari
Tinggal sendiri dalam sunyi
Kecipak ombak pun gemawan
Adalah penghibur pun buaian
Dalam sunyi, diam bebatuan
Dalam sepi yang berkelindan
Undangan adalah sebuah isyarat
Bersatu padunya dua hasrat
Tak jua kah kau ingat
Pada gelisah dan penat
Duhai gemintang
Kapankah dia kan datang
Lupakah jalan pulang
Walau hanya pandang selayang
Perlukah aku menyerah
Berlutut pada pasrah
Pertanda kalah
Dan jiwa lemah
Tidak…
Aku harus sekuat tonggak
Bangun…
Aku bukan pelamun
__________________________________________________________
Ide dari iklan Dove… mungkin juga bisa berguna untuk seorang sahabat yang lupa jalan pulang. Walau dia sekuat tonggak, yang tidak akan menyerah pada ombak. Semoga…



jejak tertinggal